Sunday, November 20, 2011

Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Depresi

depresi 
Mungkin kita sudah mengenali kata depresi, tetapi apa penyebab terjadinya depresi dan bagaimana cara mengatasinya. Depresi adalah sinonim dengan perasaan sedih, murung, kesal, tidak bahagia, dan menderita. Orang pada umumnya menggunakan istilah depresi untuk merujuk pada keadaan yang melibatkan kesedihan, rasa kesal, rasa tidak punya harga diri, tidak bertenaga, dan lain-lain. Ada dua macam depresi, yaitu depresi ringan dan berat (menetap).
Depresi ringan datang dan pergi dengan sendirinya, ditandai dengan hati yang berat, sedih, dan murung. Depresi berat dicirikan oleh perasaan tidak berguna atau bersalah serta sering disertai gejala fisik seperti turun berat badan, sakit kepala, hingga tidak enak badan. Penderita depresi berat cenderung untuk menarik diri, tidak peduli pada lingkungan sekitar, serta aktivitas fisik yang terbatas.
Salah satu gejala depresi adalah pikiran dan gerakan motorik yang serba lamban (retardasi psikomotorik). Fungsi kognitif seperti, mengingat, belajar, berpikir menjadi terganggu. Sehingga baik dalam proses belajar pada murid dan bekerja pada orang dewasa akan menurun kualitasnya.
Sebab Terjadinya Depresi
Perlu untuk mengetahui sebab-sebab terjadinya depresi. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan depresi, yaitu:
Pertama, kejadian menyedihkan. Seperti kematian seseorang yang dicintai yang bisa berlanjut depresi. Masa duka adalah sebagian penting dari proses penyesuaian diri terhadap suatu kehilangan. Depresi ini sering disebut dengan depresi reaktif.
Kedua, stres biasa. Stres merupakan suatu reaksi fisik dan emosional terhadap suatu keadaan yang menekan, menuntut, atau membebani. Depresi akibat stres biasanya dipacu oleh ketegangan, baik dirumah, sekolah, kantor atau tempat sosial lainnya.
Ketiga, hal ini khusus wanita. Depresi juga bisa muncul di hari menjelang haid, karena itu disebut dengan depresi pra haid. Gangguan bervariasi dan merupakan kejadian umum. Hal ini bersamaan dengan munculnya sikap mudah jengkel, kasar, serta gejala fisik kenaikan berat badan, sakit kepala, dan perut mual.


Keempat, penyakit akibat infeksi. Penyakit yang diakibatkan oleh infeksi sering diikuti dengan masa-masa depresi.
Dari sekian penjelasan mengenai sebab-sebab timbulnya depresi, lalu bagaimana cara mengatasinya? Tidak enak jika kita murung terus-terusan bukan? Jika penyebabnya adalah kejadian yang menyedihkan, maka jangan terlalu berharap bahwa kepulihan akan datang dalam beberapa hari.
Perlu waktu untuk bisa lepas dari depresi. Berbincang-bincang pada ustadz mengenai takdir dan hikmah dibalik semua kejadian ini bisa membantu. Jika parah, maka pergilah kedokter. Penderita akan diberikan obat antidepresan semacam obat penenang.
Bisa juga mengunjungi pengobatan psikologis. Suatu cara yang dilakukan oleh terapis yang mendorong untuk membicarakan perasaan dan kecemasan penderita, dan dapat memberikan bantuan penanganan dan nasehat.
Jika penyebabnya adalah stres biasa, maka cobalah batasi stres tersebut sekecil mungkin dengan sedapat mungkin menghindari perubahan besar pada hidup anda. Cobalah berbagi dengan orang-orang terdekat anda dan cara menangani masalah stres anda. Sediakan waktu sejenak setiap hari untuk relaksasi mengalihkan ketegangan dan kecemasan.
Khusus untuk depresi prahaid, dokter biasanya akan memberikan pyridoxine (vitamin B6) setiap hari. Jika depresi akibat infeksi, maka jangan terlalu tergesa-gesa kembali ke jadwal  sehari-hari setelah sakit. Jaga makan yang cukup dan tidur yang cukup untuk mempercepat pemulihan.
Perlu diketahui bahwa peran keluarga dan lingkungan sekitar juga ikut mempengaruhi kesembuhan akibat depresi. Jika penderita selalu diingatkan bahwa kita selalu peduli pada mereka, maka ini akan mengurangi dampak depresi seperti perasaan terisolasi (terasingkan), misalnya. Sehingga diharapkan nantinya penderita akan termotivasi untuk bisa pulih kembali.

Sunday, November 6, 2011

Prestasi Anak atau Ambisi Orang Tua

Bila diamati sejak dini anak-anak telah dikenalkan dengan persaingan, bentuknya pun beragam, mulai dari lomba, sayembara, kompetisi hingga olimpiade, Ini bertujuan anak memiliki mental kompetitif dan tidak gampang menyerah, sedangkan pihak sekolah berlomba-lomba membuat berbagai program untuk menyiapkan anak didik menjadi seorang pemenang.

Tanpa disadari sikap ambisius orangtua seringkali membuat anak terkungkung dalam situasi yang tertekan, ambisi ini dapat berupa sikap menuntut anak untuk berprestasi pada suatu bidang, tak jarang bila anak gagal mencapai target, anak akan dianggap bodoh dan gagal, akibatnya orangtua akan memarah atau menyindir, selain itu anak akan diikutkan bimbingan belajar dan tambahan pelajaran agar tidak tertinggal, jam belajar yang lama semakin bertambah panjang, 8 jam di sekolah masih harus ditambah beberapa jam lagi di luar sekolah, sehingga anak tidak punya kesempatan untuk bermain dan bersosialisasi, anak tumbuh dalam ketakutan untuk gagal dan melakukan kesalahan.

Perasaan tersebut menjadi sebuah tekanan batin bagi anak, berbagai kegiatan positif yang diikutkan orangtua akan menjadi momok, anak akan membolos dan menggunakan berbagai alasan untuk menghindari kegiatan tersebut.

Jika sudah begini, impian untuk mendapat prestasi akademis yang baik tinggal menjadi kenangan, motivasi berprestasi anak akan turun dan digantikan perasaan cemas serta takut gagal, kondisi ini membuat anak enggan mencoba meraih nilai cemerlang dan anak akan gagal meraih prestasi dan tak naik kelas.

Tentu ini bukan akhir segalanya, kita berharap bahwa anak akan memiliki prestasi cemerlang dan dapat menjadi kebanggaan orangtua serta membawa nama bangsa ke ranah internasional, dukungan orangtua, perhatian dan menjaga kesehatan, serta asupan gizi menjadi penting untuk meraih kesuksesan, namun yang perlu ditekankan bahwa apa yang mereka lakukan adalah untuk kemajuan anak, bukan untuk ambisi atau obsesi pribadi, jangan sampai anak merasa tertekan dan tidak nyaman dalam menjalani hidup, biarkan mereka memilih apa yang terbaik bagi mereka.

Bila anak adalah anak panah, maka orangtua adalah busurnya, tugas orangtua adalah memberikan dorongan serta mengarahkan, bukan memaksa.

Info Lomba

Apkomindo Gelar Pameran Comtech



BANDAR LAMPUNG (Lampost): Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) DPD Provinsi Lampung menggelar Pameran Comtech 2011 di lantai II Simpur Center, 9—16 November mendatang.

Pameran spesial akhir tahun ini memberikan harga standar pameran nasional untuk berbagai produk komputer dan laptop.

Steering Committee Pameran Comtech 2011 Taufik Hidayat, Jumat (4-11), mengatakan pameran ini akan diikuti 36 peserta yang terdiri dari 18 anggota Apkomindo Lampung dan 18 prinsipal. Beberapa peserta pameran, antara lain Acer, Asus, Advan, Axioo, Canon, C3Cube, Dell, Epson, HP, Lenovo, MSI, Toshiba, Zyrex, NOC, juga tinta printer Veneta System. Pameran ini menyediakan berbagai produk IT, seperti komputer PC, notebook, tablet, printer, dan aksesori lainnya.

"Pameran Comtech 2011 ini bukan hanya menyediakan produk, melainkan juga mengedukasi masyarakat serta terpenting meningkatkan perkembangan IT di Lampung. Karena itu pameran ini mengincar para pelajar dan mahasiswa," kata Taufik.

Tidak jauh dari pameran sebelumnya, Pameran Comtech 2011 spesial akhir tahun ini menargetkan transaksi Rp5 miliar. Untuk itu, peserta memberikan harga standar pameran nasional dengan kisaran potongan harga 5%—30% dari harga normal. Pameran Comtech 2011 juga menggandeng perusahaan pembiayaan, seperti Adira Kredit dan Kredit Plus, untuk memudahkan konsumen dalam pembelian produk secara kredit.

Lomba untuk Pelajar

Sementara itu, selain penjualan produk, Pameran Comtech 2011 juga menghelat berbagai kegiatan lomba game PES dari MSI untuk umum dengan minimal usia 12 tahun. Lalu lomba desain web untuk mahasiswa dan umum dari Axioo, lomba blog Advan untuk tingkat SMA/SMK/MAN, untuk tingkat SMA/MTs oleh Zyrex, serta lomba cepat tepat TP-Link tingkat SMP/MTs.

Berbagai perlombaan ini menyediakan puluhan hadiah, antara lain netbook, ponsel pintar BlackBerry, televisi LCD, ponsel, sepeda mini, trofi, dan hadiah dari sponsor.

Tak kalah menarik acara yang digelar C3Cube untuk para siswa SD. Menurut Sales Manager C3Cube Lusi, C3Cube mengajak para siswa pemula untuk berkreasi dengan kegiatan mewarnai menggunakan Photoshop Elements 9 di laptop C3Cube. Lomba dilaksanakan 12—13 November di panggung pameran Comtech.

"Ini merupakan program pelajar untuk menggali kreativitas siswa melalui menggambar, mewarnai, dan mendesain menggunakan laptop C3Cube,“ kata Lusi.

Hanya dengan biaya pendaftaran Rp15 ribu peserta bisa mendapatkan suvenir, makanan ringan, dan berbagai hadiah menarik.

"Pendaftaran bisa dilakukan 1—12 November di Alam Prima Komputer Simpur Center lantai III, atau di Alam Prima Komputer Jalan Diponegoro, Telukbetung," kata Lusi.

*Acara ini berupa Lomba menggambar dengan komputer yang ditujukan bagi anak SD kelas 1-6 dengan Hadiah Tabungan + Trophy Gubernur DIY.

CRAYON tahun ini akan dibagi menjadi 2 kategori, yakni :
- Kelas A (SD kelas 1-3)
- Kelas B (SD kelas 4-6)
Pada setiap kategori akan ada pemenangnya.
Tempat : Exhibiton Hall yang berada di dalam Taman Pintar.
Waktu : Minggu, 13 November 2011 jam 09.00 – Selesai
Pendaftaran :
pendaftaran dibuka mulai dari tanggal 25 Oktober 2011, pukul 09.00 – 17.00
1. Himakom UGM, FMIPA Gedung Selatan Sekip Unit III (dekat Mirota Kampus, depan KFC)
2. Web Crayon : http://www.crayonugm.web.id/
3. Radio Anak Jogja (99,9 FM) Kompleks Taman Pintar
100 pendaftar pertama mendapat souvenir dari KOMPAS
Biaya Pendaftaran : Rp 35.000,-
Contact Person :
Bondan (08129771506)
Dzikri (081578587781)

Wednesday, November 2, 2011

Mengapa Guru Harus Kreatif?

Saat ini, masih sedikit guru dengan prestasi yang fantastis dan produktif dalam menghasilkan banyak karya dan ciptaan yang mencengangkan bagi dunia pendidikan. Masih jarang pula ditemui guru yang menulis artikel di blognya dan di-publish agar dapat dibaca oleh murid-muridnya atau rekan-rekan seprofesinya, sehingga dapat menjadi inspirasi dan sebagai knowledge sharing bagi mereka untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya.
Karena itu, saat ini banyak sekali guru yang tidak sekali dirindukan murid-muridnya ketika berhalangan masuk atau absen mengajar. Apa penyebabnya? Penyebabnya karena guru-guru saat ini disinyalir kurang kreatif dan kurang inspiratif. Sekarang, masih sedikit guru dengan prestasi yang fantastis dan produktif dalam menghasilkan banyak karya dan ciptaan yang mencengangkan bagi dunia pendidikan. Masih minim pula, guru memiliki temuan-temuan metode pembelajaran dan pengajaran, membuat alat peraga pembelajaran yang kreatif dan menarik yang mampu menarik minat muridnya menjadi gemar belajar dan sangat kreatif.
Sedikit pula guru yang mengarang buku modul/bahan ajar yang kaya warna dan kaya ragam metode pembelajaran. Bahkan sangat sulit ditemui, guru menjadi pembimbing lomba olimpiade di tingkat lokal maupun nasional yang mampu menjadikan muridnya lebih cerdas dan berprestasi.
Karena itu, saat ini banyak sekali guru yang tidak sekali dirindukan murid-muridnya ketika berhalangan masuk atau absen mengajar. Apa penyebabnya? Lagi-lagi, karena korps pahlawan tanpa tanda jasa ini disinyalir kurang kreatif dan kurang inspiratif bagi murid- muridnya.
Ada cara untuk meningkatkan kreatifitas guru agar dapat meningkatkan kerinduan murid-muridnya, dan antusiasme belajar muridnya menjadi meningkat tajam.
Kata kuncinya adalah kreatif.
Picture 10 
Apa Itu Kreatif?
Menurut definisi, kreatifitas yang baku dapat diartikan sebagai kemampuan individu yang mengandalkan keunikan dan kemahirannya untuk menghasilkan gagasan baru dan wawasan segar yang sangat bernilai bagi individu.Salah satu ciri orang yang kreatif adalah mampu memunculkan beragam alternatif dari permasalahan.
Pada umumnya orang dewasa mampu memikirkan 3 sampai 6 alternatif pada setiap situasi yang membutuhkan pemecahan masalah. Sedangkan murid-murid kita bahkan mampu memikirkan sekitar 50 alternatif setiap situasi yang membutuhkan pemecahan masalah.Kreatif sering muncul melalui 2 unsur. Pertama: kefasihan yang ditunjukkan oleh kemampuan menghasilkan sejumlah gagasan besar dalam pemecahan masalah secara lancar dan cepat; kedua: keluwesan yang pada umumnya mengacu pada kemampuan untuk menemukan gagasan yang berbeda-beda dan luar biasa untuk memecahkan suatu masalah.
Hambatan untuk menjadi kreatif
Ada hambatan yang sering muncul dalam setiap kita akan menjadi kreatif, yang seringkali menyebabkan manusia malas untuk menjadi kreatif. Apa saja hambatan itu?
Hambatan karena kebiasaan. Respons yang telah kita pelajari untuk bertindak secara otomatis tanpa berpikir dalam mengambil keputusan biasanya sulit dan tidak enak mengubahnya karena kebiasaan, apakah kebiasaan itu baik atau buruk.
Kemudian kesibukan merupakan salah satu alasan untuk tidak menjadi kreatif. Namun, ada pula yang mempunyai waktu untuk menjadi lebih kreatif dengan mencari waktu dari 24 jam yang tersedia. Sebagian dari kita merasa selalu berhadapan dengan begitu banyak masalah Namun yang ada, tidak adanya cukup waktu dan tenaga untuk mengatasi beberapa masalah secara kreatif, kemudian mengabaikan semua masalah dan tidak mau mengolahnya dengan cara kreatif pula.
Hambatan akan takut gagal dapat berbentuk pengasingan, kritik, kehilangan waktu, kehilangan pendapatan, atau kecelakaan. Akan tetapi, lebih baik gagal daripada tidak pernah mencoba sama sekali. Banyak diantara kita menemukan kenyataan bahwa mengerahkan tenaga fisik jauh lebih mudah dibandingkan dengan mengerahkan tenaga mental. Kita biasanya melaksanaan pekerjaan selama periode waktu yang cukup lama dengan hanya sedikit berpikir.
Secara tak sengaja kreativitas sering terhambat oleh kritik-kritik orang lain. Bila suatu gagasan baru diperkenalkan, seringkali gagasan tersebut dipatahkan oleh orang lain. Memang kadang hal tersebut penting untuk membantu orang supaya tetap berpijak pada kenyataan, namun seharusnya kritik dapat menjadi pendorong bagi perbaikan kreativitas.
Bagaimana memunculkan gagasan kreatif?
Teknik berpikir kreatif di berbagai tingkatan banyak bersandar pada pengembangan sejumlah gagasan sebagai cara untuk memperoleh gagasan yang baik dan kreatif. Kecenderungan untuk mendapatkan gagasan, pemecahan, atau penjelasan yang umum muncul dan melekat dalam pikiran merupakan kerugian besar bagi kreativitas.
contoh mind-mapping untuk brainstorming
contoh mind-mapping untuk brainstorming
Teknik brainstorming ialah cara yang terbanyak digunakan sebagai teknik pemecahan kreatif. Istilah ini untuk mengacu pada proses yang menghasilkan suatu gagasan baru, kegiatan yang mendorong timbulnya banyak gagasan, termasuk gagasan yang menyimpang liar dan berani dengan harapan agar dapat menghasilkan gagasan yang baik dan kreatif.
Teknik ini lebih cenderung menghasilkan gagasan baru yang orisinal untuk menggantikan
sejumlah gagasan konvensional yang lama ada. Selain itu berpikir secara analogi telah lama digunakan sebagai salah satu alat bantu bagi proses penyusunan secara kreatif.
Bekerja memfokuskan pada tujuan, cara untuk mencapai hasil yang diharapkan secara kreatif. Berbuat seolah-olah apa yang diinginkan akan terjadi besok, telah terjadi saat ini. Jika proses ini dilakukan secara berulang-ulang, maka pikiran Anda akan terpusat ke arah tujuan.

Thursday, October 27, 2011

Budaya Televisi

Jujur saja, bagi generasi yang tumbuh di era teknologi dan informasi ini, sehari saja mematikan televisi bukan sebuah perkara yang mudah. Mematikan televisi sama saja dengan kehilangan berjuta-juta informasi.

Meskipun informasi dapat diperoleh melalui media-media lain seperti koran, majalah, radio, dan Internet, entah kenapa di Indonesia televisi tetap menjadi sarana perolehan informasi yang paling diminati oleh banyak kalangan. Hal ini bisa jadi diakibatkan oleh harganya yang terjangkau untuk mengonsumsinya, kemudahaan yang diperoleh dalam mencerna setiap pesannya, serta fungsi hiburan yang didapat dari televisi.

Coba bayangkan, berapa banyak harga yang harus keluar ketika kita mengakses informasi melalui Internet—modem dan perangkat komputer ataupun sewa warnet bukan lah hal yang murah meriah. Atau, ketika menggunakan radio, kita hanya mendapatkan hiburan audio tanpa visualnya. Begitu pula ketika membaca buku, koran, ataupun majalah, kita harus lebih fokus dalam mencerna setiap informasi yang dibaca.

Kalau melihat realita di atas, menonton televisi tentu menjadi sebuah alternatif utama dalam memperoleh informasi dan hiburan. Bentuknya yang audio-visual membuat kita lebih mudah mencerna isi pesannya. Bentuknya yang seperti ini pula, membuat kita merasa terhibur saat menontonnya.

Namun, sadarkah kita bahwa televisi telah membentuk sebuah budaya baru?

Seorang media theorist bernama Neil Postman, bercerita tentang pembentukkan budaya di Amerika. Di dalam bukunya yang berjudul Amusing Ourselves to Death, Postman mengatakan bahwa televisi telah membentuk budaya hiburan di Amerika. Semua hal yang seharusnya dikemas dengan serius, pada akhirnya dikemas secara hiburan.

Dahulu, sebelum televisi muncul, masyarakat terbawa oleh budaya menulis-membaca yang membuat mereka menjadi intelek. Kenapa? Karena barisan kata yang tersusun ke dalam beberapa kalimat membuat kita harus mencerna dengan baik jenis kalimatnya—aktif atau pasif, tunggal atau majemuk, misalnya. Proses mencerna jenis kalimat ini membuat kita berpikir secara kompleks dan mampu mengartikan ide-ide yang bersifat abstrak.

Bukan bermaksud untuk tidak memihak kepada televisi. Namun, pola konsumsi televisi di Indonesia tidak lagi berada di dalam kategori yang ‘pas’. Anak-anak di Indonesia menonton televisi sekitar tujuh – delapan jam dalam satu hari (YPMA, 2010). Melihat hal ini, dapat dikatakan bahwa hampir sepertiga waktu anak dihabiskan untuk menonton televisi. Padahal, banyak hal-hal lain yang dapat dilakukan oleh anak-anak, misalnya melakukan permainan yang melibatkan aktivitas fisik.

Terlalu banyak menonton televisi dapat menimbulkan dampak buruk pada karakter fisik dan psikis anak. Di dalam buku The Media Diet for Kids (2005), Teresa Orange dan Louise O’Flynn memaparkan beberapa perilaku yang didapat dari menonton televisi secara berlebihan. Perilaku itu antara lain:
  • Perilaku Antisosial: gejalanya adalah tidak menghargai orang lain dan meniru perilaku buruk dari televisi.
  • Apatis terhadap permainan: gejalanya adalah menjadi mudah bosan, selalu minta dihibur oleh orang dewasa, dan tidak dapat bermain jauh dari televisi.
  • Dewasa dini: gejalanya adalah mengetahui seks secara samar-samar tetapi masih memiliki kebingungan tentang itu.
  • Kondisi yang buruk: gejalanya adalah kecerobohan dan kurangnya koordinasi tubuh.
  • Ketidakseimbangan energi: gejalanya adalah hiperaktivitas yang terjadi pada anak. (Orange dan O’Flynn, 2005)
Sebagai masyarakat yang hidup di era informasi—di mana bisnis media mulai merajalela—kita tidak dapat mengelak dari pengaruh-pengaruh yang ditimbulkan oleh media. Kita tidak dapat bersembunyi di bawah kolong tempat tidur dan berharap tidak terjangkit penyakit ‘dampak negatif’ itu.

Televisi merupakan early window bagi anak-anak. Yaitu sebuah jendela untuk mendekatkannya kepada dunia. Sayangnya, pemandangan dari jendela-jendela itu tidak semuanya baik untuk kesehatan dan perkembangan anak.  Menonton televisi terlalu sering dapat membuat daya imajinasi anak berkurang. Hal ini diakibatkan dari penyajian televisi yang begitu sempurna—ada suara dan gambar.

Dahulu, anak-anak harus menggunakan imajinasinya ketika membaca dongeng di dalam buku cerita. Anak-anak memiliki kebebasan untuk menginterpretasikan setiap kata ke dalam imajinasinya. Sehingga, satu cerita bisa memiliki banyak interpretasi dan imajinasi yang berbeda-beda. Dengan cara seperti ini, imajinasi anak pun berkembang dengan baik.

Selain dapat menghambat perkembangan kemampuan imajinasi seorang anak, televisi juga dapat membuat anak menjadi pasif. Hal ini disebabkan oleh kehebatan televisi dalam menyajikan kontennya. Suara dilengkapi dengan gambar, begitu pula sebaliknya. Pada akhirnya, kepasifan anak dalam menonton televisi pun akan mempengaruhi daya imajinasinya.

Adalah hal yang sangat wajar jika para orangtua mulai khawatir dengan dampak buruk dari televisi. Namun, saya rasa kekhawatiran ini tidak perlu ditunjukan dengan cara yang kasar, seperti memaki para praktisi penyiaran—hei, jika tidak ada televisi para praktisi penyiaran tidak bisa menghidupi keluarganya, kan?

Sebagai anggota keluarga dan masyarakat, kita dapat menunjukan kekhawariran dan keprihatinan kita terhadap konten televisi dengan cara-cara lainnya. Misalnya, mengatur pola menonton televisi, melakukan pendampingan, serta memilah dan memilih tayangan yang tepat untuk anak.

Jadi, sebagai konsumen televisi yang kritis, lebih baik kita memanfaatkan televisi sebaik-baikya dengan cara mengatur pola menonton televisi. Sisa waktu yang ada dalam sehari pun, dapat dimafaatkan untuk berkumpul dengan keluarga. Jangan takut, kita tidak akan ketinggalan informasi jika tidak menonton televisi selama 24 jam, kok. Ingat lah budaya membaca-menulis—kita bisa mendapatkan informasi melaui media baca-tulis.

Thursday, October 20, 2011

Penjualan Tablet 2015 Diperkirakan Capai 21 Juta Unit


International Data Center (IDC) memperkirakan penjualan perangkat tablet akan mengalami lonjakan dari semula dua juta unit pada tahun 2010 menjadi 21 juta unit tahun 2015.

Menurut siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa, perangkat tablet ini diperkirakan akan mengalami lonjakan dengan pertumbuhan besar di area Asia-Pasifik kecuali Jepang. Lonjakan tersebut juga dinilai akan mempengaruhi laju pertumbuhaan gabungan tahunan (CAGR) yang akan meningkat sebesar 54 persen dalam waktu lima tahun.

Taiwan sedang gencar menghadirkan produk-produk yang handal dan terpercaya bagi konsumen global. "Industri TIK (Teknologi Informasi dan komunikasi) Taiwan terus berkomitmen untuk menghadirkan teknologi yang inovatif andal dan terpercaya bagi konsumen global," kata Direktur TAITRA (Taiwan External Trade Development Council), James Chen.

Selain itu, kata Chan, produk Taiwan juga diharap mampu mendukung gaya hidup baru para konsumen di Indonesia. "Melaluai kampanye 'Taiwan Exellence' yang diseponsori 'Bureu of Foreign Trade' ( BOFT) dan dikelola TAITRA, kami berharap dapat membagikan pengalaman dalam menggunakan produk Taiwan yang telah memenangkan penghargaan guna mendukung gaya hidup baru di Indonesia," ujar Chen.

Di Indonesia, produk perangkat tablet dari Taiwan yang berteknologi canggih, seperti perangkat tablet Acer Iconia Tab A500 yang menggunakan android 3.0 (honeycomb), sudah ada di pasar.

Acer A500 ini menggunakan layar sepuluh inci yang dilengkapi dengan fitur yang membuat nyaman pembaca. Tidak kalah dengan Acer, Asus mengeluarkan Asus Eee Pad Transformer yang memiliki ukuran ketebalan hanya 12,98 mm dan ditujukan untuk mendukung gaya hidup dengan mobilitas tinggi.

Produk ini mempunyai banyak keunggulan seperti bentuknya ergonomis yang bisa digunakan dalam posisi apapun, dilengkapi juga dengan desain tekstur yang unik yang membuat tidak mudah lepas dari genggaman dan membuat konsumen bisa membaca dimanapun dan kapanpun.

Asus juga menciptakan tablet-hybrid inovasi baru yang memiliki kombinasi fungsi antara produk tablet dan perangkat smartphone. Produk ini diberi nama Asus Padfone.
Selain itu, Lembaga riset pasar Ovum juga memperkirakan pasar Smartphone akan berkembang
www.republika.co.id

Friday, September 30, 2011

Data Kekayaan Sahabat Rasulullah

Dalam buku Fikih Ekonomi Umar karya DR Jaribah dan dalam At Tanwir fi Isqath at Tadbirin karya Imam Atho’illah, dipaparkan tentang  kekayaan dan kehidupan ekonomi para sahabat Rasul, yang beberapa dari mereka bahkan DIJAMIN MASUK SURGA, antara lain:

1.      Umar ibnul Khattab r.a

Salah satu sahabat dekat Rasulullah SAW dan khalifah kedua setelah Abu Bakar Ash shiddiq r.a. Beliau termasuk dalam 10 orang yang dijamin masuk surga oleh Rasulullah SAW. Dijuluki sebagai Umar Al Faruq (sang pembeda) karena ketegasannya dalam menegakkan kebenaran. Seorang yang keras namun berhati selembut salju, administrator dan peletak landasan manajemen ekonomi negara yang cemerlang.

Semenjak menjadi khalifah hidup sangat sederhana, meskipun  kaya raya. Beliau hendak memberikan teladan yang baik bagi kaum muslimin tentang  konsep jabatan, harta dan zuhud seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Berikut data kekayaan Umar, yang ternyata sebagian besar dipergunakan untuk kemajuan kaum muslimin waktu itu.
Mewariskan 70.000 property (ladang pertanian) seharga @Rp. 160.000.000,- (total Rp. 11,2 Trilyun)
Cash Flow per bulan dari property mencapai 233 Milyar IDR

Catatan: 1 Dinar = Rp. 1,2 juta IDR (Indonesian Rupiah)

2.      Utsman ibn Affan

Khalifah ketiga setelah wafatnya Ummar Al Faruq. Bangsawan dan konglomerat Makkah yang dijamin masuk surga oleh Rasulullah SAW karena perjuangan dan ketaqwaannya. Seorang pribadi shalih yang jujur, lembut dan pemalu. Jasa beliau untuk  menstandarkan teks Al Quran memberi sumbangsih besar dalam penyebaran Islam ke seluruh penjuru dunia. Data kekayaan beliau:
Assetnya bernilai 151.000 dinar plus 1000 dirham
Mewariskan property sepanjang ‘Aris dan Khaibar
Memiliki beberapa sumur oasis senilai 200.000 dinar atau 240 Miliar IDR

Namun di akhir masa kekhalifahan dan hidupnya, harta yang dimiliki Utsman r.a hanya tersisa dua ekor unta saja. Semuanya dinafkahkan untuk kesejahteraan ummat. Bahkan beliau pun tidak mau menerima tunjangan (gaji) dari baitul maal. Subhanallah, inilah karakter khas generasi didikan langsung Rasulullah SAW.

3.      Kekayaan Zubair bin Awwam r.a
50.000 dinar atau sekitar 60 Milyar IDR
1000 ekor kuda perang
1000 orang budak

4.      Amru bin Al Ash r.a
300.000 dinar atau sekitar 360 Milyar IDR

5.      Abdurrahman bin Auf r.a

            Sahabat yang satu ini sungguh fenomenal. Milyarder yang sangat ulung berbisnis dan dijamin masuk surga oleh baginda Rasul SAW sendiri. Termasuk generasi Assabiqunal Awwaluun (Orang-orang yang mengikuti jalan Islam di awal-awal) serta pahlawan perang  Badar dan Uhud. Teladan yang luar biasa dalam menafkahkan harta di jalan Allah ta’ala. Beberapa kisahnya sebagai berikut:
Beliau pernah menginfaq-kan separuh hartanya (+/- 2,4 milyar IDR) untuk keperluan dakwah pada awal perkembangan Islam. Saat itu Abdurrahman belumlah “sangat kaya”, total aset kekayaanya baru sekitar 4,8 Milyar. Sehingga Rasulullah dengan lisannya yang mulia mendoakan: “Semoga Allah melimpahkan berkat-Nya padamu, terhadap harta yang engkau berikan. Dan semoga Allah juga memberkati harta yang engkau tinggalkan untuk keluargamu.” Dan terbukti, semenjak itu Abdurrahman bin Auf semakin dan semakin kaya!
Ratusan milyar hartanya di Makkah, bahkan mungkin menyentuh angka Trilyun, seluruhnya ditinggalkan dengan rasa ringan ketika diperintahkan oleh rasulullah SAW untuk berhijrah ke Madinah. (Subhanallah, merinding kulit saya). “ I am not in need of all that. Is there any market place where the trade is practiced?… ” (Sahih Bukhari book 34)
Ketika Rasulullah SAW membutuhkan dana untuk membiayai perang Tabuk yang mahal karena medan yang sulit dan jarak yang jauh, ditambah madinah sedang dilanda musim kering, Milyuner mulia ini memelopori sedekah jariyah dengan menyumbangkan dua uqiyah emas (1 uqiyah = 50 dinar). Sampai Umar bin Khattab bergumam “Sepertinya Abdurrahman berdosa dengan keluarganya karena tidak meninggalkan uang belanja sedikitpun untuk keluarganya.” Mendengar ini, Rasulullah SAW bertanya pada Abdurrahman bin Auf apakah ia sudah meninggalkan nafkah untuk istrinya?. “Ya”, jawab Abdurrahman. “Mereka saya tinggali lebih banyak dan lebih baik dari yang saya sumbangkan. “Berapa?” tanya Rasulullah SAW. “Sebanyak rizki, kebaikan, dan pahala yang dijanjikan Allah.” Jawabnya.  Miskinkah ia setelah itu? Demi Allah, Tidak!
Ketika meninggal dunia pada usia 72 tahun, ia mewariskan kepada empat istri dan anak-anaknya total kurang lebih 2.560.000 dinar atau 3.072 trilyun  untuk kurs rupiah saat tulisan ini disusun!  Amirul Mukminin saat itu ‘Ali ibn Abi Thalib, berkata kepada jenazah Abdurrahman bin Auf, ”Anda telah mendapatkan kasih sayang Allah, dan Anda telah berhasil menundukkan kepalsuan dunia.”

Sunday, September 25, 2011

Visi Pribadi

“7 Habits of Highly Effective People” Stephen Covey mengungkapkan :

Menjadi kebanggaan dan dapat menjadi inspirasi bagi orang lain adalah kepuasan yang ingin aku capai. Proses pembelajaran terus menerus, kegagalan, stagnan, dan bangkit lagi sudah kulalui demi mencapai pengakuan tersebut. Aku tidak mau selalu menja di ” si biasa-biasa saja” yang selalu tertutupi orang lain yang dianggap lebih baik. Padahal kita manusia diciptkan dengan ’spesifikasi’ yang sama tapi mengapa ada orang lain yang dianggap lebih berkualitas dibandingkan yang lain.

Kesadaran itu muncul bahwa seharusnya sikap bukan didasari alasan bagaimana orang lain mau melihatku melainkan keinginan dariku sendiri untuk memiliki hidup yang kuanggap berkualitas. Aku akan bangga dengan diriku sendiri karena telah mampu meraih semua mimpi-mimpi. Aku akan bangga pada diriku sendiri karena mampu memberikan nilai tambah pada orang-orang di sekelilingku. Aku akan bangga pada diriku sendiri karena akhirnya aku mampu menggapai kebahagiaan sesuangguhnya dengan orang-orang yang kucintai dengan penuh kedamaian, cinta, dan harmoni. 
Proaktivitas, sebagai sifat manusia, kita memberi tanggapan terhadap kehidupan milik kita. Perilaku kita adalah suatu fungsi dari keputusan kita, bukan kondisi kita. Kita bisa meletakkan perasaan kita kepada nilai nilai. Kita memiliki inisiatif dan daya tanggap untuk membuat sesuatu terjadi. Pengalaman-pengalaman tersulit kita menjadi ujian dalam menempa karakter kita dan mengembangkan kekuatan jiwa (inner power).
Ada tiga nilai penting dalam kehidupan: pengalaman (yang terjadi pada diri kita), kreativitas (menjadikan ada), sikap (tanggapan terhadap persoalan sulit). Itu semua, adalah bagaimana kita menanggapi kepada
apa yang kita alami di dalam kehidupan. Ber-inisiatif berarti mengenali tanggapan (respon) kita agar sesuatu
terjadi. Gunakan S(umber/akal) dan I(nisiatif). Proaktivitas berdiri pada realitas, namun juga mengetahui kita memiliki kekuatan untuk memilih suatu tanggapan positif kepada sekeliling kita. Setiap organisasi bisa menjadi proaktif dengan mengkombinasikankreativitas dan daya akal (atas sumber-2) dari individu proaktif untuk menciptakan budaya proaktif dalam organisasi. Kita perlu tahu bagaimana memfokuskan waktu dan energi untuk menjadi  fektif. Wilayah yang menjadi perhatian kita (concerned) disebut sebagai “Lingkaran Perhatian”. Wilayah dimana kita benar-benar bisa mengerjakan segala sesuatunya, disebut sebagai “Lingkaran Pengaruh”.K etika kita fokus padawaktu dan energi kita di Lingkaran Perhatian, namun posisi berada di luar Lingkaran Pengaruh, kita tidak efektif. Bagaimanapun, menjadi proaktif akan membantu memperluas Lingkaran Pengaruh kita. (Dimana kita bisa mengerjakan sesuatunya menjadi efektif).
Orang yang reaktif memfokuskan pada Lingkaran Perhatian, dimana sesuatunya tidak bisa mereka kendalikan. Energi negatif menyebabkan Lingkaran Pengaruh makin menyusut. Masalah  kita ada pada tiga area: Kontrol Langsung (masalah menyangkut perilaku kita sendiri), Kontrol Tidak Langsung (masalah menyangkut perilaku orang lain), atau Tidak Ada Kontrol (masalah yang kita tidak bisa kerjakan apapun). Masalah Kontrol Langsung diselesaikanmelalui kemenangan pribadi dari Habits 1, 2 dan 3. Masalah Kontrol Tidak Langsung dipecahkan melalui cara berpengaruh, kemenangan publik Habit 3, 5 dan 6. Masalah tidak ada Kontrol yang terbaik adalah diselesaikan dengan penyikapan.
Lingkaran Perhatian diisi dengan pernyataan “memiliki”. Lingkaran Pengaruh diindikasikan sebagai pernyataan “menjadikan”. Suatu waktu kita berpikir bahwa masalah ada “diluar sana”, padahal pikiran itu sendiri adalah masalah.
Sementara kita bebas untuk memilih tindakan; konsekwensi dari tindakan kita diatur dengan hukum alam. Terkadang kita membuat pilihan dengan konsekwensi negatif, disebut kesalahan. Kita tidak bisa mengembalikan atau mengulang kesalahan yang lalu. Pendekatan proaktif terhadap kesalahan, adalah mengakuinya secara langsung, mengkoreksi dan belajar darinya. Kesuksesan adalah sisi jauh dari kegagalan.
Jantung dari Lingkaran Pengaruh adalah kemampuan kita untuk membuat dan menjaga komitmen dan janji. Integritas kita dalam menjaga komitmen dan kemampuan membuat komitmen adalah perwujudan terjelas dari proaktivitas.

Hati-hati, makanan bisa menjadi penyebab munculnya gangguan perilaku anak

Kira-kira makanan mana yang lebih disukai anak? Makanan dengan komposisi nasi, ikan, sayur dan buah atau makanan seperti fried chicken, pizza, kentang goreng, soda, nugget, snack dan coklat. Sebagian besar anak akan memilih komposisi makanan yang kedua. Selain banyaknya tayangan iklan di TV dan media cetak mengenai “junk food”, kesibukan orang tua juga menjadi faktor pendukung mengapa “junk food” ini menjadi pilihan untuk dikonsumsi anak, praktis bagi orang tua dan disukai anak, begitu alasannya. Tapi pernahkah ummi membayangkan, dalam 1 botol minuman teh atau soda, itu terdapat 6-12 sendok gula? Dalam coklat, berapa banyak lemak sintestis yang ditambahkan? Dalam snack berapa banyak zat perasa berupa MSG (monosodium glutamate) yang ditambahkan? Dalam nugget berapa banyak zat pengawet dan perasa yang ditambahkan? Dalam minuman yang berwarna-warni, berapa banyak pewarna yang ditambahkan dan jenis pewarna apa yang ditambahkan, jangan-jangan produsen memakai pewarna untuk pakaian? Apa memang makanan-makanan seperti itu yang layak untuk dikonsumsi oleh anak kita?

Apa sih akibatnya jika anak mengkonsumsi makanan yang mengandung garam, gula dan lemak berlebih? Kelebihan berat badan, merupakan efek yang pertama kali terlihat. Tapi sadarkah ummi, ada efek lain yang mungkin dialami anak? Berbagai gangguan perilaku yang ditampilkan anak, ternyata bisa disebabkan oleh makanan yang mengandung zat aditif seperti pemutih, pewarna, perasa dan pemanis buatan. Jika zat aditif ini dikonsumsi dalam jumlah berlebih, fungsi otak bisa terganggu. Seperti ummi ketahui, otak merupakan pusat koordinasi tubuh, jadi bisa dibayangkan kalau otak terganggu maka banyak kemungkinan manifestasi klinik yang ditimbulkannya, termasuk gangguan perilaku pada anak.

Berikut ini gangguan perilaku yang mungkin muncul pada anak akibat mengkonsumsi zat aditif secara berlebih:
*Gangguan konsentrasi. Anak yang mengalami gangguan konsentrasi akan cepat merasa bosan terhadap suatu aktivitas, kecuali menonton TV, membaca komik atau main ‘game’. Anak seperti ini juga tidak mampu bertahan lama untuk belajar, tidak teliti dalam mengerjakan tugas sekolah, sering pelupa, sering tertinggal barang, mudah teralihkan perhatiannya ketika belajar, akhirnya ketika belajar malah mengobrol atau mengganggu teman. Anak seperti ini sebenarnya cerdas, tapi karena mereka mengalami gangguan konsentrasi, nilai pelajaran mereka seringkali turun drastis
*Gangguan emosi. Anak menjadi mudah marah, sering berteriak, mengamuk, keras kepala, suka membantah dan sulit diatur, cengeng dan mudah menangis.
*Gangguan motorik. Anak tidak bisa duduk diam, berjalan sering terjatuh, terburu-buru dan sering menabrak.*Gangguan impulsif. Anak banyak bicara, tidak sabar menunggu giliran, dan sering memotong pembicaraan orang lain.

Memperberat autisme, yaitu gangguan perilaku yang ditandai oleh kesulitan dalam berinteraksi dengan orang lain, gangguan komunikasi dan adanya aktivitas-aktivitas tertentu yang diulang-ulang. Ternyata banyak sekali akibat yang ditimbulkan dari mengkonsumsi makanan yang tidak sehat. Padahal Allah telah memerintahkan kita untuk memakan makanan halal dan baik bagi kesehatan, seperti tercantum dalam Al-Quran, surat Al-Baqoroh ayat 168, tapi mengapa kita seringkali melupakannya.“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu”

Jika kita ingin anak kita memiliki pola makan yang baik, bagaimana menyiasatinya?
Berikan makanan sesuai dengan usia anak dan berikan porsi yang tidak berlebihan
Kenalkan berbagai jenis makanan sehat sejak dini. Sehingga anak tidak menjadi pemilih dan terbiasa dengan berbagai rasa makanan.
Buat aktivitas makan menjadi sesuatu hal yang menyenangkan.
Orang tua harus memberikan contoh. Misalnya, orang tua makan sesuai jadwal makan. Orang tua memakan makanan yang sehat seperti nasi, ikan, sayur, buah. Jadi orang tua jangan hanya meminta anak untuk makan makanan yang sehat, tapi harus memberi contoh. Ingatlah, anak belajar dengan cara melihat.
Tetapkan waktu makan. Dengan cara ini, anak akan terbiasa untuk makan di jam tertentu. Jika anak tidak mau makan pada waktu yang telah ditentukan, jangan dipaksa, biarkan saja. Anak harus belajar bahwa ia tidak akan mendapatkan makanan selain dari jadwal yang telah ditetapkan. Sehingga keesokan harinya, anak mau makan pada saat jam makan karena takut merasa lapar.
Jangan memarahi dan memaksa anak untuk makan, jika dipaksa dan dimarahi, anak akan menganggap bahwa aktivitas makan merupakan sesuatu hal yang menakutkan, sehingga akhirnya ia tidak mau makan.
Mulai usia 2-3 tahun, berikan kesempatan pada anak untuk belajar makan sendiri. Jangan dimarahi kalau anak makan masih berantakan dan lambat dalam mengunyah.
Buatlah makanan dengan bentuk yang menarik. Sehingga anak lebih tertarik untuk makan dan pakailah peralatan makan yang menarik untuk anak.
Jangan sekali-kali menjanjikan pada anak bahwa ia akan diberi hadiah berupa coklat, es krim, dsb, jika ia mau menghabiskan makanan yang telah disajikan untuknya.
Terakhir, orang tua jangan punya prinsip “tidak apa-apalah anak makan makanan junk food, dari pada tidak ada makanan yang masuk”. Ingatlah, anak mau makan makanan yang sehat itu melalui proses pembiasaan.

Sunday, September 18, 2011

Suksesnya Jepang


Kita tahu jepang menjadi salah negara sukses di asia dan dunia. Pada artikel  ini akan membahas motivasi kerja apa saja sih yang membuat kebanyakan orang disana sukses.Mungkin banyak faktor yang membuat semua itu terjadi.
Tapi yakin motivasi dibawah inilah, yang membuat kebanyakan masyarakat jepang hidup makmur seperti sekarang ini :
1. Kerja Keras
Tentu ini motivasi yang patus kita contoh! Sama seperti kebanyakan orang-orang di Asia Timur. Mereka menjadi pekerja keras dalam hidupnya. Kata mutiara motivasi : Di dunia ini tidak ada yang namanya kegagalan, yang ada adalah kita kurang bekerja keras.
2. Pantang Menyerah
Masyarakat jepang untuk ini benar-benar membuktikannya. Dulu mereka setelah porak-poranda akbiat perang dunia ke II. Hanya membutuhkan waktu tidak lama untuk menjadi salah satu pusat ekonomi dunia.
Pesan Motivasi : Menyerahlah jika peluang benar-benar sudah habis. Tapi selagi masih ada satu harapan, Raihlah dengan kerja keras dan anda pasti SUKSES.
3. Menjaga Kehormatan
Jika kamu sering melihat film atau mungkin mengikuti artikel berita di TV, sesekali pasti mendengar istilah Harakiri yaitu bunuh diri dengan menusukkan pedang ke perut. Itu dilakukan oleh masyarakat disana karena mereka tahu malu.
Masih ingat Menteri Kesehatan Jepang yang mengundurkan diri karena melakukan kesalahan. Atau pejabat yang akhirnya bunuh diri karena telah melakukan korupsi. Atau  pelajar yang bunuh diri karena nilainya jelek. Dan menjadikan orang jepang menjadi nomer satu dalam kasus bunuh diri.
Tapi ingat BAIK-BAIK artikel ini tidak memerintahkan anda bunuh diri jika membuat orang lain susah. Pesan Motivasi yang bisa kita raih adalah “Tahu Malulah”, dan kemudian intropeksi diri berbuat lebih baik lagi
4. Rajin Membaca
Membaca seperti menjadi sebuah budaya di Jepang. Bukanlah hal yang aneh melihat orang bejalan sambil membaca.Atau saat anda masuk ke kereta listrik, disana bisa dilihat banyak orang yang membaca.
Banyak-banyaklah membaca artikel, apalagi sekarang sudah zaman internet anda bisa mendapatkan artikel tentang berbagai hal mulai dari komputer, motivasi, sejarah, ekonomi dsb. Karena dengan lebih banyak mengetahui informasi dibanding lawan, anda sudah lebih dekat ke tujuan.
5. Menjaga Tradisi
Motivasi yang ini patut kita contoh. Mengapa? bayangkan saja dengan kemajuan tekhnologi dan ekonomi. Mereka tetap tidak meninggalkan tradisi. Bahkan bintang pernah menonton berita yang memperlihatkan “Laptop dikasih jampi-jampi supaya tidak terkena masalah”.
Entah sekarang anda saat ini kerja atau sedang belajar. Gunakanlah artikel sukses dari orang jepang diatas untuk dijadikan motivasi. Kobarkan SEMANGAT anda, karena sukses adalah HAK setiap orang bagi yang mau menerimanya.

Monday, August 22, 2011

Mengapa Kita Perlu Pemimpin yang Adil dengan keahliannya dan Bijaksana?


Pemimpin seharusnya orang yang dicintai rakyatnya memberi motivasi dan inspirasi dan orang yang mempunyai visi ke depan. Kata-kata adil sepertinya sudah menjadi materi dari retorika politik saja. Hanya sebagai bahan kampanye dan sekedar simbol politik. Pelaksanaannya jauh dari prinsip adil dan berkeadilan itu sendiri. Plato dikenal sebagai sumber inpirasi kejayaan peradaban barat. Plato dalam "the Republic"-nya pernah menanamkan tiga prinsip keadilan dalam pelaksanaan ketatanegaraan. Pertama adalah, pemimpin harus memiliki bekal pendidikan yang memadai. Kedua, masyarakat yang beradab harus berorganisasi, termasuk organisasi pemerintahan. Ketiga, keadilan tidak hanya dalam kerangka menjalankan pemerintahan yang baik tetapi untuk tujuan hidup yang lebih tinggi yaitu untuk mencapai tingkat kebahagiaan.

Pada dasarnya prinsip keadilan diatas adalah bagian dari fitrah manusia, tidak perduli apakah manusia tersebut anggota dari peradaban Barat, peradaban Islam atau bentuk peradaban lain. Inilah pesan universal.

Bagaimana dengan prinsip keadilan dan kepemimpinan dalam Islam? Prinsip keadilan dan kepemimpinan dalam Islam berlandaskan pesan universal: "Rasulullah SAW diutus ke muka bumi ini adalah untuk membawa berkah bagi alam semesta. Rahmatan Lil ‘alamin." Kita sebagai muslim akan menjunjung misi ini untuk membawa keberkahaan bagi alam semesta. Pesan ini sangat universal, karena tidak ada satupun manusia di muka bumi ini ingin melihat kerusakan alam semesta, tidak perduli apakah dia muslim atau tidak, semua ingin melihat alam yang lestari.

Sebagai orang yang beriman kita percaya bahwa segala selalu bersumber dari Allah. Kepemimpinan juga bersumber dari Allah. Tentunya banyak yang menyangka kalau kepemimpinan yang dimaksud adalah untuk urusan agama, padahal prinsip kepemimpinan yang disabdakan Allah kepada manusia melalui Rasulullah SAW sifatnya universal mencakup seluruh aspek kehidupan. Tidak ada pertentangan antara kepentingan agama Islam dengan kehidupan umum.

Kepemimpinan telah disebutkan sejak sebelum proses penciptaan manusia. Sebagaimana Sabda Allah dalam Al Baqarah 30: "Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".

Disinilah kata "Khalifah" yang secara harfiah berarti successor atau wakil/penerus kekuasaan (Allah) menjadi sangat penting untuk dipahami. Dalam definisi yang lebih operasional, Khalifah berarti memerintah sesuai dengan Al-Quran dan teladan dari Rasulullah SAW. Dan bila dipelajari lebih teliti kata Khalifah tidak menganjurkan jabatan permanent, suksesi adalah bagian dari konsep Khalifah.

Konsep inilah yang justru dilupakan dan ditanggalkan oleh pemimpin yang mengaku muslim, karena sudah menjadi fitrah manusia untuk mempertahankan yang sudah didapat. Sekali seorang menjadi pemimpin sudah tentu orang ini ingin menjadi pemimpin abadi atau paling tidak anak keturunannya yang menjadi pemimpin. Padahal sudah diperingatkan oleh Rasulullah S.A.W. bahwa tugas menjadi pemimpin harus dipertanggung jawabkan di hari akhir.

Seperti yang diriwayatkan oleh Abu' Huraira, Rasulullah S.A.W. bersabda bahwa orang yang rakus kekuasaan akan menyesal di hari perhitungan nanti.

Tahun ini, 2009, rakyat Indonesia akan menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin untuk masa lima tahun mendatang. Namun perlu diingat proses kepemimpinan tidak terpaku kepada hari pemungutan suara saja. Sebelum dan sesudah pemungutan suara adalah masa yang jauh lebih penting. Rakyat perlu bersatu-padu untuk memelihara atau menjadikan pemimpin yang adil dan menumpas pemimpin yang zalim.

Pemimpin yang Adil

Kepemimpinan lebih holistik dan lebih ampuh dalam memecahkan masalah bangsa dan negara. Misalnya kita mengingingkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa, slogan yang berulang-ulang disebutkan oleh tokoh pemerintah maupun tokoh masyarakat. Tetapi banyak yang menyuarakannya tanpa makna, seperti suatu keharusan dalam isi pidato. Pemerintahan yang bersih dan berwibawa tidak bisa dicapai hanya dari tersedianya pemimpin yang bersih (tidak korupsi), tetapi rakyatnya perlu bersih juga (tidak korupsi dan sekaligus anti korupsi), juga system pengambilan keputusan dalam penggunaan dana negara harus bersih dan jelas. Lingkungan untuk berdialog antar pemimpin dan yang dipimpin juga ada. Jadi pemerintahan yang bersih dan berwibawa dapat dicapai apabila tersedia kepemimpinan yang bersih dan berwibawa.

Kita tidak perlu mengelu-ngelukan pesta demokrasi, karena hal yang terpenting adalah bagaimana memilih pemimpin tanpa pertikaian yang tajam, bahkan sampai menumpahkan darah, dan bagaimana mengawasi bersama jalannya pemerintah, dan yang lebih penting lagi membantu jalannya pemerintahan.

Tugas kepemimpinan itu adalah tugas pemimpin dan yang dipimpin, tugas seluruh umat tergantung pada skalanya masing-masing. Seorang pemimpin nasional tentu melaksanakan tugasnya sebagai pemimpin nasional dengan segala urusannya, apakah itu sektor, pembangunan daerah, politik luar negeri dan seterusnya. Pemimpin daerah mengurus daerah, pemimpin departmen menangani departemen di bawah wewenangnya, dan seterusnya sampai pada tingkat rumah tangga dimana kepala rumah tangga bertanggung jawab mengurus rumah tangganya, bahkan sampai kepada tiap individu yaitu tiap orang bertanggung jawab mengatur dirinya sendiri sehingga memberi manfaat tidak saja bagi dirinya sendiri tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat luas.

Jadi pada dasarnya tiap individu dari sebuah bangsa mengemban amanat kepemimpinan. Untuk kita yang beriman seikhlasnya kepada Allah, tuntunannya sudah jelas seperti yang difirmankan Allah dalam Al-Quran serta teladan dan ajaran dari Rasulullah SAW. Perhatikan Sabda Allah dalam Surat Saad: ayat 26 berikut ini: "Hai Daud, sesungguhnya Kami telah nobatkan kamu menjadi (pemimpin) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.

Dari firman Allah tersebut diatas kata Khalifah melekat dengan berlaku adil dan menahan diri dari hawa nafsu. Jadi kedua sifat ini sudah menjadi prasyarat khalifah atau pemimpin. Disiplin ilmu seperti organizational development dan institutional development membedakan antara leader dan ruler (administrator). Untuk orang awam kosa kata ini kelihatan sama saja. Sama-sama memerintah, sama-sama berkuasa, sama-sama punya pengikut dan umat dan banyak sekali kesamaannya.

Pemimpin seharusnya orang yang dicintai rakyatnya, orang yang memberi semangat, motivasi, dan inspirasi kepada yang dipimpin, dan orang yang mempunyai visi ke depan yang dapat dimengerti orang banyak dan bermanfaat bagi orang banyak. Sedangkan penguasa atau administrator adalah orang yang menjalankan roda pemerintahan karena faktor kewajiban saja, demi mencapai akses kepada kemakmuran pribadi yang lebih tinggi tingkatannya maka penguasa tersebut akan menjalankan kewajibannya sebagaimana yang lajim berlaku pada masa lalu.

Penguasa ini seringkali tidak mampu beradaptasi dengan perkembangan jaman. Kebiasaan menganiaya rakyat diteruskan tanpa menyadari perkembangan hebat dari internet. Penguasa ini berpikir bahwa perbuatannya menganiaya rakyat tidak ada yang mengetahui, padahal begitu ada peluang terbuka maka seseorang dapat saja merekam perbuatan penguasa tersebut, cukup dengan up loading ke You Tube, terbongkarlah segala perbuatan busuk penguasa tersebut. Belum lagi akan ditanya pertanggung jawabannya di akhirat oleh Allah SWT.

Teknologi You Tube akan menjadi usang di akhirat nanti, karena tangan, kaki, dan seluruh anggota badan akan berbicara melaporkan perbuatan durjana dari penguasa tersebut kepada Allah. Belum lagi rakyat yang teraniaya, tentu akan mendapat kesempatan menjadi saksi atas perbuatan terkutuk penguasa tersebut. Menjadi khalifah atau wakil Allah di muka bumi ini, bukanlah pekerjaan enteng. Menjalankan peranan khalifah sebagai administrator/ruler saja bukanlah hal yang mudah mengingat perannya paling tidak menjalankan tradisi yang sudah berlaku dan meningkatkan mutu kehidupan negara dan bangsa. Apalagi menjadi Khalifah dengan kualitas sebagai pemimpin yang membawa muslim sebagai rahmatan lil alamin. Manusia yang membawa berkah kepada alam semesta.

Dalil adil dan kemampuan menahan diri dari hawa nafsu adalah dalil mutlak. Sudah disabdakan oleh Allah jauh sebelum penciptaan Adam A.S., jauh sebelum pengusiran Iblis dari surga kerena pembangkangannya (Surat Al- Baqarah ayat 30 menceritakan dialog pertama sebelum kehadiran Adam A.S.). Dalil adil dan kemampuan mengontrol diri jauh lebih penting dari faktor keturunan, lebih penting dari hubungan darah. Entah kenapa dunia ini didominasi pemikiran bahwa faktor keturunan sangatlah penting dalam pewarisan kepemimpinan. Anak bekas presiden atau wakil presiden memenuhi persyaratan menjadi presiden atau ketua partai.

Banyak anak Presiden atau anak pejabat gagal menyelesaikan pendidikan S-1, kalaupun ada yang dapat selesai banyak sekali intervensi dari pengaruh orangtua. Kita menyaksikan betapa banyak anak-anak orang terpandang gagal menjalankan roda organisasi sosial atau gagal berbisnis, kalaupun kelihatan bisnisnya berhasil, sekali lagi faktor keberhasilannya adalah hasil intervensi pengaruh orangtua.

Kisah Nabi Ibrahim A.S. bukti dari ketetapan Allah bahwa faktor adil adalah lebih utama dari faktor keturunan. Firman Allah dalam Al Baqarah - 124: "Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia".

Ibrahim berkata: "(Dan saya mohon juga) dari keturunanku". Allah berfirman: "Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang lalim". Orang yang lalim adalah orang yang tidak adil, walaupun itu keturunan nabi Ibrahim apa bila tidak adil, maka mereka tidak layak melanjutkan tugas kepemimpinan yang telah dianugrahkan Allah kepada Nabi Ibrahim A.S.

Dari surah Al-Baqarah ayat 124 Allah menunjukkan bahwa proses penciptaan, pembinaan, dan pengembangan seseorang menjadi pemimpin tidak lah mudah. Ibrahim A.S. harus menempuh berbagai macam ujian yang melewati batas kemampuan manusia biasa. Nabi Ibrahim menentang penyembahan berhala pada jaman kerajaan Babilonia.

Dengan keberanian yang luar biasa, Nabi Ibrahim mempertahankan prinsip monotheisme yaitu hanya satu Allah yang patut disembah. Kemudian dengan ketabahan dan kesabaran yang luar biasa, Nabi Ibrahim menjalani hukuman dibakar hidup-hidup karena terbukti menghancurkan berhala sesembahan orang-orang Babilonia.

Ketika Allah memerintahkannya untuk pergi ke suatu tempat yang kering tanpa air dan makanan bahkan jauh dari permukiman lainnya, Nabi Ibrahim A.S. mematuhi perintah itu. Ketika Allah memerintahkannya untuk menyembelih putranya Ismail, yang kelahirannya telah ditunggu-tunggu berpuluh-puluh tahun, Nabi Ibrahim langsung melaksanakannya tanpa ragu-ragu, padahal hati seorang ayah akan tersayat dalam apabila tega menyembelih anaknya, darah daging kecintaannya. Namun kecintaan dan ketaatan kepada Allah adalah segalanya bagi Nabi Ibrahim sehingga ditunaikanlah perintah Allah.

Berdasarkan hal itulah Allah menobatkan seorang pemimpin dunia, Khalifah di muka bumi ini. Sudah tentu Nabi Ibrahim sangat bersuka cita dan memohon kepada Allah agar anak keturunannya juga menjadi pemimpin. Allah menegaskan bahwa hukum Allah tidak berlaku bagi orang-orang yang zalim.

Sekali lagi orang yang zalim adalah orang yang selalu melanggar hukum Allah. Pemaksaan diri untuk menjadi pimpinan negara seumur hidup yang mutlak adalah salah satu pelanggaran utama. Kekuasaan mutlak dan abadi hanyalah dimiliki oleh Allah. Kezaliman juga bisa dalam bentuk pamer kekuasaan, siapa yang menentang penguasa akan menerima hukuman. Memiliki kekuasaan absolut dan abadi adalah sebuah upaya menyetarakan diri dengan Allah. Kita harus ingat Firman Allah dalam Al Ikhlas ayat 4: "Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan DIA (Allah)." Rasulullah memberikan definisi luas namun sederhana tentang siapa yang tidak adil, seperti yang diriwayatkan oleh Abdillah-ibn-Mas'ud. "...adalah mereka yang sujud kepada zat lain selain Allah dan meninggalkan perintah Allah, dan Allah telah berjanji bahwa orang yang tidak adil ini tidak akan jadi pemimpin dan tidak berharga menjadi pemimpin umat manusia.

Banyak sekali orang yang terbuai dan berlomba-lomba untuk menjadi penguasa dan atau menjadi pemimpin. Namun banyak juga yang melupakan konsekuensi menjadi penguasa atau pemimpin. Seperti yang diriwayatkan oleh Ma'qil bin Yasa'r: Rasulullah SAW bersabda. "Bila ada penguasa/pemimpin yang menelantarkan umat yang dipimpin, dia tidak akan masuk surga, bahkan tak akan tercium bau surga olehnya." Dan dalam hadis lain yang diriwayatkan juga oleh Ma'qil bin Yasa'r Nabi Muhammad SAW bersabda, "Bila seorang penguasa/pemimpin meninggal ketika dia dalam keadaan menipu, berbohong, menyembunyikan sesuatu dari umat, maka Allah akan menutup pintu surge baginya."

Hal lain yang diharapkan dari seorang pemimpin adalah kemampuan menyelenggarakan konsultasi timbal-balik atau "mutual consultation". Di sinilah terlihat, urusan membangun sistem kepemimpinan jauh lebih penting daripada urusan memilih pemimpin itu sendiri.

Konsultasi timbal-balik menuntut terjadinya dialog. Jadi adanya majelis syura atau dewan perwakilan/pertimbangan, seharusnya dijadikan landasan menciptakan dialog timbal-balik antara pimpinan pemerintah (lembaga eksekutif) dengan lembaga legislatif.

Pemimpin yang tidak mampu berdialog timbal balik adalah pemimpin yang zalim. Perhatikan Firman Allah dalam Surat Ash-Syura [42-38]. "Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan salat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.

Ternyata interpretasi dari musyawarah ini yang sudah menyimpang. Almarhum Asmuni sering menyindir soal musyawaroh ini, karena pada dasarnya musyawaroh di sini adalah pembicaraan perihal suatu urusan tanpa "ribut-ribut". Tidak pernah diikhtiarkan bahwa musyawarah atau mutual consultation ini adalah upaya untuk memperoleh yang terbaik, bukan mengesahkan usulan yang diajukan oleh orang atau kelompok terkuat, sementara pihak lain hanya tinggal mengangguk menyetujuinya.

Dalam konsep musyawarah yang Islami, Rasulullah membuka forum untuk dialog membahas urusan umat, seperti diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidhi. Tradisi tersebut diikuti oleh para Khulafa-ur-Rasyidin. Para pemimpin tersebut meminta nasihat dari para sahabat yang sudah berpengalaman. Musyawarah harus mengemban semangat konsultasi timbal balik untuk mencari hal terbaik bagi seluruh umat. Islam memberikan peluang kepada pemeluknya untuk selalu menempa diri dalam dasar-dasar tradisi kepemimpinan, yaitu shalat berjamaah. Kelihatannya shalat berjamaah adalah hal rutin yang kita lakukan. Paling tidak tiap hari Jum'at. Namun hal tersebut adalah proses penempaan kepemimpinan dasar, di samping sebagai salah satu tata cara shalat.

Berikut ini saripati dari pelaksanaan shalat berjamaah, sebagai bahan penempaan diri tentang masalah kepemimpinan, yaitu:

• Memiliki dasar pengetahuan

Menjadi imam atau pemimpin sholat membutuhkan dasar pengetahuan yang cukup. Paling tidak sudah benar membaca Al-Quran, dan seharusnya mengetahui apa yang dibacanya. Pesan moralnya, menjadi pemimpin harus memiliki keterampilan dasar menjalankan tugas sebagai pemimpin, bukan sekedar diwariskan dari orang tua, atau merebut kekuasaan tanpa dasar pengetahuan memadai.

• Takwa dan kepribadian yang baik

Pemimpin harus memiliki karakter yang baik. Takwa adalah ukuran utama agar pemimpin dapat membawa umatnya menjadi bertakwa kepada Allah. Sikap takwa ini harus diiringi oleh kepribadian yang baik dan selalu menjunjung kebenaran. Dua sikap inilah yang membuat seseorang layak menjadi imam.

• Mewakili sebagian besar umat

Memimpin adalah membawa kepentingan umat. Sudah tentu di dalam komunitas atau bangsa yang majemuk, maka pemimpin harus mengutamakan kepentingan mayoritas terbesar umat. Tidak ada satu pun yang berhak memaksa sesuatu umat untuk melakukan hal yang mereka tidak sukai. Apalagi melawan perintah Allah. Oleh karena itu dalam shalat, seorang menjadi Imam karena sudah disepakati sebagian besar umat.

• Perhatian dan kasih sayang

Seorang pemimpin seharusnya tidak membuat umatnya sengsara. Pemimpin harus memiliki rasa kasih sayang dan perhatian besar kepada yang dipimpin. Rasulullah SAW memberi contoh, seperti yang dicatat oleh Imam Buhari, dalam sebuah shalat jamaah, Rasulullah memperpendek bacaan surat ketika mendengar anak menangis di syaf belakang sehingga memberikan peluang kepada ibunya menyelesaikan shalat dan memberikan perhatian kepada anaknya agar berhenti menangis. Hal tersebut memiliki maksud ganda juga, dengan demikian anggota jamaah lainnya juga tidak terusik konsentrasinya karena mendengar ada anak menangis berkepanjangan.

Di samping itu pemimpin perlu memiliki rasa peka yang tinggi sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat demi kepentingan umat.

• Pendelegasian wewenang

Lihatlah imam dalam shalat selalu berganti, tidak pernah ada imam tetap, karena tugas kepemimpinan adalah tugas kolektif bersama, bukan monopoli seseorang. Oleh karena itu wajib bagi seorang pemimpin mengakui secara jujur apabila tidak sanggup melaksanakan tugas, dapat digantikan oleh orang lain secara permanen maupun sementara.

Dalam shalat, manakala sang imam sedang kena flu sehingga hilang suaranya, harus menunjuk orang lain menggantikannya, ataupun juga menyerahkan kepada umat menunjuk imam pengganti. Dalam menyelenggarakan kehidupan bernegara, wajib seorang pemimpin menunjuk orang lain, atau mengundurkan diri agar dapat diadakan pemilihan manakala kondisi sudah tidak memungkinkan melaksanakan tugasnya sebagai pemimpin.

• Sikap korektif (membetulkan atau memperbaiki kesalahan pemimpin)

Haruslah disadari sepenuhnya bahwa seorang pemimpin adalah manusia dan Allah saja yang maha suci dan suci dari segala kesalahan. Jadi seorang pemimpin tidak terlepas dari berbuat salah. Oleh karena itu koreksi memperbaiki kesalahan sangat diperlukan pemimpin dari umatnya. Apabila seorang melakukan koreksi atas kesalahan yanig dibuat pemimpin, maka pemimpin yang baik harus menghargai usaha itu dengan melakukan perbaikan atas kesalahan yang diperbuat, dengan rasa ikhlas tanpa dibayangi rasa malu atau rasa tersaingi.

Sayangnya banyak pemimpin yang mengaku muslim, justru menyediakan penjara atau hukuman yang berat apabila ada umat yang berani mengkoreksi kesalahannya. UU anti-subversi adalah UU yang diterbitkan oleh pemimpin muslim untuk menghancurkan umat muslim yang berani melakukan koreksi terhadap pemimpin.

• Tidak mengikut perbuatan keji

Umat dilarang mengikuti pemimpin yang menganjurkan perbuatan jahat atau keji. Misalnya pemimpin menganjurkan perbuatan menyekutukan Allah. Seharusnya umat menolak anjuran pemimpin tersebut.

Apabila dalam shalat berjamaah, ada perbuatan imam ketika memimpin shalat yang dianggap tidak sesuai dengan rukun shalat, maka sudah menjadi kewajiban makmum berusaha mengingatkan imam, atau berusaha mengganti, atau meninggalkan jamaah shalat tersebut. Misalnya seorang imam sebelum shalat menempatkan sebuah benda dekat tempat sujud, semacam jimat dan lainnya, sudah menjadi kewajiban makmum untuk bertindak yang tepat.

Oleh karena itu shalat berjamaah sangatlah penting di mata muslim. Bukan hanya pahala yang berlipat-lipat dari Allah karena menyelenggarakan shalat berjamaah, tetapi juga melatih diri dalam aspek kepemimpinan seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Contoh dari Rasulullah adalah ketika beliau memerintahkan beberapa muslim untuk mengungsi dari Mekkah ke Abisinia (Ethiopia), karena tekanan kaum Quraisy di Mekkah yang sudah melampaui batas dan menelan korban jiwa. Rasulullah tetap berdakwah di Mekkah, justru umatnya yang mendapat perlindungan dari Raja Abisinia ketika itu. Hal yang sama juga dilakukan Rasulullah ketika memerintahkan para sahabat lebih dahulu mengungsi ke Yastrib (Madinah).

Seorang pemimpin harus memiliki keberanian dan keterampilan yang tumbuh bersamanya. Rasulullah tidak mempan terhadap berbagai bentuk intimidasi dan godaan. Beliau selalu memiliki jalan keluar dalam menghadapi segala ancaman dan tantangan dari pihak yang membenci Islam. Dengan keberanian dan keahlian yang tumbuh, maka akan berkembang kemampuan diplomasi yang baik yang berlandaskan kepada nilai moral dan kejujuran yang tinggi.

Pemimpin juga harus mempunyai kemampuan pikir yang komprehensif dan holistik sehingga sanggup memberi perhatian yang seimbang kepada tiap aspek kehidupan. Rasulullah memberikan contoh keseimbangan perhatian antara urusan agama dan urusan kesejahteraan umat. Semua bidang dan sektor harus dapat diberikan perhatian yang seimbang oleh seorang pemimpin.


Wednesday, August 10, 2011

Puasa Si Miskin...


Aku telah menemui sebuah rumah yang usang. Rumah itu hanya berdindingkan buluh bertanggakan batang kelapa. Di serambi rumah itu ada beberapa anak kecil yang kelihatan lesu dan letih. Aku hampiri mereka lalu bertanya kepada yang paling tua antara mereka, seorang kakak yang berumur baru kira-kira 11 tahun
:"Mana emak? " "Mak pergi menoreh," jawabnya.
"Mana bapak?""Bapak pergi kerja...""
Habis tu adik yang kecil ini siapa yang jaga?" Di situ ada seorang bayi dalam lingkungan umur 5 bulan.
"Adik ini sayalah yang jaga." Jawab budak berkenaan."
Awak ada berapa orang adik-beradik?""Sepuluh.""
Adik ni yang ke berapa?""Saya yang kelapan.""
Mana abang-abang kamu pergi?""Tolong emak menoreh."
"Adik puasa hari ini?""Sama je makcik, puasa ke tidak.. Kami ni makan sekali je sehari..." Jawabnya.Mendengar kata-kata itu aku sungguh terharu.
Lalu aku bertanya lagi "Adik bersekolah dimana?" "Saya tak sekolah.. Emak bapak tak mampu..".

"Bapak kerja apa?""Tangkap ikan kat sungai nak buat lauk bukak puasa "

Budak itu memberi tahu, lebih baiklah bulan puasa berbanding bulan lain kerana pada bulan puasa mereka dapat makan kuih. Ada saja orang yang hantar.Aku berlalu dari situ dengan seribu-satu keinsafan. Kebetulan di simpang jalan ada orang menjual daging lembu tempatan. Aku beli satu

kilo tulang lembu. Di kedai runcit pula, aku beli rempah sup dan sepuluh kilo beras untuk disedekahkan kepada keluarga itu.Bila saja aku beri barang-barang itu pada adiknya, dia melompat kegembiraan sambil menjerit "Yeh yeh..! Kita dapat makan daging malam ni..!". Aku bertanya kepada si kakak mengapa adiknya girang sangat. Dia memberitahu aku, sejak dari raya korban tahun lepas baru sekarang mereka berpeluang makan daging lembu sekali lagi. Seminggu kemudian aku datang lagi ke rumah itu. Bila mereka melihat aku datang, mereka girang menyambutku di pintu rumah. Kebetulan pada hari itu aku sempat berjumpa dengan ibu mereka. Sungguh menyedihkan cerita yang aku dengar:Anak yang berumur 4 tahun itu memberitahu padaku bahawa mereka sudah seminggu makan sup tulang yang aku berikan hari itu."Tiap-tiap hari mak buat sup, sedaplah makcik.."Aku bertanya kepada emaknya macam mana dia lakukan hinggakan sup itu boleh tahan sampai satu minggu? Dia memberitahu padaku bahawa pada hari pertama dia merebus tulang itu, dia telah berpesan kepada anak-anaknya agar tidak membuangkan tulang yang telah dimakan. Dia kutip semula semua tulang-tulang itu dan merebusnya semula untuk dimakan pada hari berikutnya. Itulah yang dia lakukan setiap hari. Dia berkata "Kalau tidak dapat makan isi, hirup air rebusan tulang pun dah lebih dari cukup untuk anak-anak saya. Dia orang suka sangat."Aku bertanya lagi "Upah menoreh berapa makcik dapat?""Cuma RM3.00 sehari.""Ayahnya bekerja macam mana" "Kalau dia dapat ikan itulah yang dibuat lauk setiap hari."Rupa-rupanya aku terlupa bahawa aku sebenarnya hidup dalam keadaan mewah..Pernahkah anda menghirup air rebusan tulang yang direbus semula sepanjang hidup anda? Atau adakah anda buang saja tulang itu beserta daging-daging yang ada padanya kerana anda kata ianya "TAK SEDAP"?Mungkin kita sudah terbiasa hidup senang hinggakan kita lupa bahawa kalau pun kita susah, masih ramai lagi orang yang lebih susah dari kita.