Monday, June 12, 2017

4 Kepribadian Manusia


Kali ini saya mencoba mengulas tentang 4 macam kepribadian inti yang dimiliki oleh manusia. Dengan memposting tentang hal ini, bukan berarti bahwa saya ahli dalam bidang psikologi lho. Hanya ingin memberikan gambaran bahwa dalam kehidupan kita sehari-hari, akan berhubungan dengan 4 macam kepribadian manusia yang berbeda-beda. Sehingga setelah mengetahui perbedaan itu, diharapkan bisa timbul rasa saling memahami antar sesama.

Nah 4 kepribadian yang terdapat dalam diri manusia antara lain:
  1. Sanguin → dijuluki si "Populer" karena pandai persuasif dan ingin terkenal.
  2. Koleris → dijuluki si "Kuat" karena sering dominan dan kompetitif.
  3. Melankolis → dijuluki si "Sempurna" karena perfeksionis dan serba teratur.
  4. Plegmatis → dijuluki si "Cinta Damai" karena kesetiaannya dan menghindari konflik.

    4 kepribadian diatas tidak ada yang lebih bagus atau lebih jelek, sebab masing-masing memiliki kekuatan dan kelemahan. Sekarang mari kita ulas kekuatan dan kelemahan dari 4 kepribadian tersebut.

    SANGUIN

    Wednesday, April 12, 2017

    ANA INGIN KELUAR DARI JAMA'AH (FUTUR)


    "Ustadz, dulu Ana merasa semangat dalam Dakwah. Tapi belakangan rasanya semakin hambar. Ukhuwah makin kering. Bahkan Ana melihat ternyata banyak pula yang aneh-aneh."
    Begitu keluh kesah seorang santri kepada ustadznya di suatu hari.
    Sang Ustadz hanya terdiam, mencoba menggali semua kecamuk dalam diri santrinya.
    "Lalu, apa yang ingin Antum lakukan setelah merasakan semua itu?" sahut sang ustadz setelah sesaat termenung.
    "Ana ingin berhenti saja, keluar dari jamaah ini. Ana kecewa dengan perilaku beberapa teman yang justru tidak Islami. Juga dengan organisasi Dakwah yang Ana geluti, kaku dan sering mematikan potensi anggota-anggotanya. Bila begini terus, Ana mendingan sendiri saja…" jawab santri itu.
    Sang ustadz termenung kembali. Tidak tampak raut terkejut dari roman wajahnya. Sorot matanya tetap terlihat tenang, seakan jawaban itu memang sudah diketahuinya sejak awal.

    Saturday, April 8, 2017

    Keterbatasan fisik bukan menjadi beban


    Keterbatasan fisik bagi sebagian orang bisa menjadi beban, tapi tidak demikian bagi Untung, seorang guru tanpa lengan asal Sumenep, Madura, Jawa Timur. Mengajar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Ulum, Sumenep, Pak Untung menunjukkan keterbatasan fisik tidak bisa memupuskan semangatnya untuk terus mencerdaskan anak bangsa.
    Seperti tayangan yang banyak ditemukan di media sosial, kerja keras dan perjuangan Pak Untung sebagai guru profesional dibuktikan dengan kemampuan kakinya yang bisa menggantikan kemampuan tangannya. Meski menggunakan kaki, Pak Untung bisa menuliskan dengan indah ayat-ayat Alquran di papan tulis di hadapan para siswanya.
    Mengabdikan diri sebagai guru honorer tanpa lengan selama 22 tahun, ternyata Pak Untung hanya mendapatkan gaji Rp 300 ribu per bulan. Namun demikian, dirinya selalu semangat menjalani tugasnya sebagai tenaga pendidik, sambil beternak ayam dan membuka kursus mengaji di rumahnya.
    Meski digaji tidak layak, Pak Untung mengaku dirinya sudah mengikhlaskan tubuh dan jiwanya untuk dunia pendidikan. Baginya mengajar adalah ladang amal, tabungan yang akan diambilnya di kehidupan yang akan datang. Pak Untung adalah potret guru yang sesungguhnya, patriot pahlawan bangsa yang tentu tanpa tanda jasa.

    Monday, March 27, 2017

    Amanah Seorang Guru



    Seberapa seringkah kita mengingat Sang Pencipta? Kapankah terakhir kita mengingat bahwa harta adalah titipan-Nya? Mengingat sejenak, semua yang kita genggam saat ini adalah milik-Nya. Keluarga, suami, istri, anak-anak, teman, harta, jiwa dan raga semuanya hanyalah titipan semata. Terkadang dan bahkan seringkali kita melupakan bahwasanya Tuhan memberikan semua itu sebagai bentuk amanah. Amanah itu titipan yang seharusnya kita jaga dengan baik. Artinya, kita diberikan amanah karena kita dianggap mampu dan mendapatkan kepercayaan untuk menjaga. Kita dianugerahi keturunan, berarti diamanahkan untuk menjaga dan mendidik mereka. Tuhan menitipkannya kepada orang yang dianggap mampu mengasuh dan mendidik. Sekuat tenaga orangtua harus 'berusaha' mengantarkan anak-anaknya menjadi anak-anak yang baik. Maka disinilah tanggungjawab seorang ayah dan ibu dalam menjalankan amanah yang Allah berikan. 

    Saturday, March 25, 2017

    10 Tips Manajemen Kelas yang Baik


    Manajemen kelas merupakan sebuah istilah yang dipergunakan oleh pendidik untuk mendeskripsikan metode dalam rangka mencegah perilaku-perilaku buruk para siswa dan cara-cara pencegahannya bila perilaku buruk itu muncul. Dengan kata lain, manajemen kelas merupakan sebuah teknik yang dipergunakan oleh guru untuk menjaga keteraturan dan kontrol atas kelas.

    Manajemen kelas merupakan salah satu pengalaman mengajar yang paling ditakuti, terutama oleh para guru baru. Bagi para siswa, lemahnya manajemen kelas dapat mengakibatkan menurunnya kualitas pembelajaran. Sedangkan bagi guru, tiadanya kendali atas suasana belajar di kelas bisa menimbulkan stress, rasa tidak bahagia, kurang percaya diri sebagai pendidik dan jika hali ini berlangsung terus menerus, bisa membuat individu guru meninggalkan profesi bermartabat ini.

    Manajemen kelas bukanlah sekedar sebuah pengetahuan yang dapat dipelajari, melainkan juga dapat dipraktikkan dalam praktik mengajar harian di kelas. Untuk itu, para guru perlu mengetahui apa saja tips-tips yang diperlukan agar memiliki penguasaan kelas yang baik untuk mengurangi berbagai perilaku indisipliner, kekacauan kelas, dan meminimalkan unsur-unsur yang mengganggu proses belajar mengajar, sehingga suasana belajar menjadi lebih kondusif.

    Berikut ini, kami berikan 10 tips untuk mendesain manajemen kelas yang baik.

    Monday, January 2, 2017

    Sejak Sekolah Dianggap Bodoh, Ibu Ini Berhasil Besarkan 7 Anak Jenius

     Maria Dalley, seorang wanita biasa yang sudah berusia 45 tahun dengan 7 anak. Sejak kecil, wanita ini sering diejek bodoh dan pernah keluar dari sekolah pada usia 15 tahun karena dianggap mengalami masalah perilaku. Namun waktu berlalu, dan Maria yang dianggap bodoh itu melahirkan kejutan-kejutan yang mengagumkan.
    Wanita berkulit hitam ini memiliki anak-anak yang cerdas dan jenius. Maria bahkan sering terkejut karena anaknya pulang ke rumah dan menceritakan pada ibunya bahwa ia mendapatkan beasiswa dan meraih IQ yang luar biasa tinggi.

    Friday, December 9, 2016

    Mencetak Generasi Wirausaha Yang Kreatif Sejak Dini

    Generasi wirausaha yang kreatif dan berani tampil dengan brand inovatif akan dimiliki Indonesia, jika wirausaha ditanamkan pada anak usia 0-7 tahun. Inovasi dan kreativitas menjadi modal penting dalam membangun kewirausahaan. Selain itu, juga ketahanan mental yang membuat wirausahawan bertahan dalam berbagai kondisi usahanya.
    "Entrepreneurship perlu masuk dalam kurikulum seperti yang dilakukan sekolah internasional yang ada di Indonesia. Program business day di sekolah internasional ini mengajarkan anak untuk kreatif. Anak berpikir mengenai apa yang mau dijual. Hal kecil seperti ini melatih anak untuk berpikir kreatif dan berinovasi," jelas pengamat ekonomi, Aviliani, saat peluncuran program reality show kompetisi wirausaha Diplomat Success Challenge, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

    Kenali Tanda Terperangkap Dalam Hubungan Tidak Sehat

    Tidak sedikit dari kita yang pernah memiliki pengalaman terperangkap dalam hubungan yang tidak sehat. Namun masih banyak juga yang belum menyadari bahwa hubungan yang selama ini dijalani dan diperjuangkan sebenarnya tidak pantas. Ada juga yang (mungkin) mulai sadar, tapi masih belum cukup berani mengakui dan mengambil keputusan.

    Memang tidak mudah keluar dari hubungan yang tidak sehat. Kadang kita perlu orang lain untuk menyadarkan kita, dan lebih dari itu, kita harus mempercayai diri, bukan hanya mengikuti kemauan hati, namun juga berpikir menggunakan logika.

    Kita harus mulai memikirkan ulang hubungan kita jika selama ini kita merasa lelah, menilai diri selalu buruk, hubungan tanpa maanfaat jangka panjang, hubungan membatasi diri untuk berkembang dan juga memiliki harga diri yang rendah.

    Harga diri yang rendah akan membawa kita ke kondisi yang lebih buruk lagi. Kita akan “membuat” alasan untuk tetap bertahan, meyakinkan diri bahwa hubungan ini normal, semua yang telah terjadi adalah baik-baik saja, dan merasa tidak ada orang lain yang akan mencintai kita selain dia.

    Mulailah berefleksi. Buatlah daftar hal positif yang sesungguhnya kita inginkan dalam hubungan. Jangan biarkan hubungan yang salah mendikte masa depan. Bukan kah kita layak mendapatkan yang terbaik?

    Masih belum yakin saat ini berada di hubungan yang tidak sehat? Kenali tanda berikut.



    Kenali Tanda Terperangkap Dalam Hubungan Tidak Sehatv
    Kenali Tanda Terperangkap Dalam Hubungan Tidak Sehat

    Saturday, October 1, 2016

    Jenis Gaya Belajar serta Kekurangan dan Kelebihannya

    Gaya belajar adalah cara termudah yang dimiliki oleh individu dalam menyerap, mengatur dan mengolah informasi yang diterima. Gaya belajar yang sesuai adalah kunci keberhasilan seseorang dalam belajar. Oleh karena itu, dalam kegiatan belajar, mahasiswa sangat perlu dibantu dan diarahkan untuk mengenali gaya belajar yang sesuai dengan dirinya sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif.

    Menurut Deporter, terdapat 3 modalitas (tipe) dalam gaya belajar yaitu  Visual, Auditori dan Kinestetik. Pelajar Visual belajar melalui apa yang mereka lihat, Auditori belajar dengan cara mendengar dan Kinestetik belajar dengan gerak, bekerja dan  menyentuh. Tetapi dalam kenyataannya, setiap orang memiliki ketiga gaya dalam belajar tersebut, hanya saja satu gaya biasanya lebih mendominasi. Sedangkan hasil belajar menurut Oemar adalah suatu penilaian akhir dari proses dan pengenalan yang telah dilakukan berulang-ulang, serta akan tersimpan dalam waktu yang lama karna hasil belajar turut serta dalam membentuk pribadi individu yang selalu ingin mencapai hasil yang lebih baik lagi sehingga akan merubah cara berfikir serta menghasilkan perilaku kerja yang lebih baik.
    Gaya Belajar
    Penggunaan gaya belajar yang dibatasi hanya dalam satu bentuk, terutama yang bersifat verbal atau dengan jalur auditorial, tentunya dapat menyebabkan adanya ketimpangan dalam menyerap informasi. Tulisan atau kata-kata yang terlalu banyak akan membuat seseorang menjadi bosan dan lelah serta sangat mungkin menghasilkan proses belajar yang kurang optimal. Dalam hal ini menurut Solehudin (2006) Pembelajaran praktikum adalah proses model pembelajaran yang efektif untuk mencapai tiga tujuan secara bersamaan, yaitu dengan meningkatkan keterampilan kognitif, keterampilan afektif, dan keterampilan psikomotorik.

    20 Cara Terbukti Meningkatkan IQ,


    Mengapa cara meningkatkan IQ otak itu penting? Anda bayangkan saja..
    Berhubung Anda memiliki banyak kebutuhan dan keinginan, maka konsekuensinya agar itu semua terwujud adalah, yah Anda harus berusaha. Namun, ketika tengah berusaha itu serasa sulit, bahkan serasa mustahil, itulah yang disebut sebagai masalah.
    Nah, gimana agar masalah berupa kesulitan itu berkurang bahkan hilang, adalah dengan cara mengerahkan kecerdasan Anda. Dan pertolongan Allah juga pastinya.
    Pertanyaannya, seberapa besarkah kecerdasan (IQ) Anda? Makanya, pada kali ini, kita akan coba bahas, 20 cara yang sudah teruji untuk meningkatkan IQ Anda.

    1. Senantiasa Memulai Aktivitas dari Menentukan Tujuan

    Tak sedikit orang yang pintar, namun sayangnya ia dikendalikan orang lain. Soalnya, dia nggak punya tujuan yang kokoh. Itu sebabnya, penting bagi Anda menentukan keadaan seperti apa yang Anda inginkan (tujuan). Sehingga Anda bisa memetakan keadaan sekarang, kemudian memikirkan bagaimana keadaan sekarang menjadi keadaan yang diinginkan.

    Wednesday, September 21, 2016

    Cara Bijak Menyikapi Anak yang Suka Bermain



    Sama halnya seorang suami butuh bekerja untuk menafkahi keluarganya dan seorang ibu butuh keahlian memasak untuk memasakkan suami dan anaknya. Bermain bagi seorang anak adalah suatu kebutuhan. Semua akan berjalan harmonis jika kebutuhannya terpenuhi. Dengan bermain anak bebas mengekspresikan segala potensi yang ada dalam dirinya dan menyalurkan semua energinya sehingga bisa tertawa lepas. Bahkan menurut Sylva, Bruner dan Paul menyatakan bahwa dalam bermain prosesnya lebih penting dari pada hasil akhirnya, karena tidak terikat dengan tujuan yang ketat.

    Sunday, August 21, 2016

    Mengatasi siswa gaduh di kelas

    13 Tips Atasi Siswa Gaduh di Dalam Kelas

    Seorang pendidik ketika mengajar di dalam kelas tentu kerap menemui kendala. Salah satu kendala yang sering dijumpai ialah siswa yang ribut. Mereka tak memperhatikan apa yang dijelaskan oleh guru di depan. Mereka sibuk sendiri. Biasanya mereka berbicara dengan teman yang ada di kanan dan kiri. Biasanya pula mereka bermain suatu permainan.
    Untuk itu, seorang pendidik perlu menguasai teknik penanganan siswa yang ribut. Berikut ini beberapa hal yang dapat penulis sarankan. Semoga tulisan ini dapat memberi masukan kepada pembaca yang budiman untuk mengatasi anak yang gaduh.
    1.Minta mereka menyimpan mainan yang tak berhubungan dengan materi pembelajaran di dalam tas. Lalu, minta mereka menyiapkan buku pelajaran.
    2.Pada awal pembelajaran, berikanlah games menarik kepada anak didik. Misalnya : bertepuk tangan, tebak-tebakan, bernyanyi bersama, bercerita, kuis berhadiah dll.
    3.Buatlah materi pembelajaran yang menarik bagi anak. Buatlah suasana yang menggembirakan siswa saat menerima pelajaran. Jangan tegang saat mengajar. Gunakan intonasi suara yang menarik perhatian.
    4.Selipkan humor dikala mengajar. Dapat pula permainan tepuk, halo hai, dongeng, sulap dll.
    5.Jika siswa masih saja ribut maka cobalah perhatikan apa yang sedang mereka bicarakan. Lalu, masuklah dalam pembicaraan itu. Namun, sebentar saja.
    6.Lalu, hubungkan apa yang siswa perbincangkan dengan materi yang anda ajarkan kepada mereka.
    7.Jelaskan manfaat dari pelajaran yang sedang dipelajari (sesuai dengan minat anak). Misalnya : jika ‘Andi’ mempehatikan pelajaran berhitung ini maka ‘Andi’ dapat berjualan sendiri di toko milik ibu Andi”.
    8.Sering-seringlah mengatakan bahwa ‘Andi’ adalah anak yang tenang, cerdas, dan rajin.
    9.Hindari kata-kata JANGAN. Misalnya : jangan ribut, jangan nakal, jangan bertengkar. Yang mereka lakukukan malah sebaliknya. Gunakanlah kata-kata lain yang maksudnya sama, misalnya : “bapak/ibu lebih senang jika ‘Andi’ tenang” atau “Anak yang baik/soleh adalah anak yang tenang di dalam kelas”.
    10.Beri pujian dan hadiah kepada anak yang tenang. Secara tidak langsung anak lain yang ribut juga akan tenang karena ingin mendadapat hadiah.
    11.Hindari mengendalikan kelas dengan cara marah-marah, membentak murid, memukul papan tulis dan berteriak. Itu semua hanya menimbulkan ketegangan dan ketakutan yang tidak baik untuk suasana belajar.
    12.Evaluasi hal-hal berikut ini : metode yang digunakan tidak tepat, materi yang terlalu sulit, komunikasi yang cenderung monoton, tidak menginspirasi, atau karena guru tak menggunakan media pembelajaran yang sesuai.
    13.Berikan konsekuensi atas sebuah kesalahan. Misalnya jika ada anak yang ribut maka minta mereka menghafal pelajaran sambil berdiri di depan kelas. Beri hukuman yang mendidik. Jangan hukum mereka secara fisik.
    Selamat Mencoba

    Monday, August 1, 2016

    Belajar Mendengar


    Belajar Mendengar
    Seorang ibu bertanya kepada anaknya yang berusia 5 tahun, “Kalau mama dan kamu sedang pergi bermain bersama, lalu kita kehausan tapi tidak ada air, dan kebetulan di dalam tas kecil kamu ada 2 buah apel, apa yang kamu akan lakukan?”
    Si anak berpikir sejenak, lalu menjawab mantap, “Saya akan menggigit kedua apel tersebut.”
    Mendengar jawaban si anak, ibunya pun kecewa. Awalnya ia berpikir untuk segera mengajarkan anaknya mengenai apa yang seharusnya dilakukan, namun sang ibu terdiam dan mencoba bersabar.
    Kemudian sang ibu berkata lembut sambil membelai sayang kepala anaknya, “Bisakah kamu beritahu mama alasan, kenapa kamu melakukan itu?”