Sunday, September 23, 2012

Deteksi Autisme Sejak Dini Menggunakan Software “Autice” Pada Android


Di zaman yang serba modern seperti ini semua orang ingin semua kebutuhannya tercapai dengan cara praktis, termasuk dalam urusan kesehatan. Apalagi di zaman ini, kecanggihan teknologi sudah tidak terbatas batas ruang dan waktu, termasuk untuk handphone (HP). HP yang dulunya hanya untuk alat komunkiasi (telepon dan SMS), sekarang sudah bertambah fungsi tak terhingga dengan munculnya berbagai jenis Smartphone.  Apalagi dalam beberapa smartphone tersebut tertanam suatu sistem Android yang merupakan sistem operasi berbasis linux. Android menyediakan platformterbuka bagi para penggunanya agar bisa mengembangkan atau menciptakan aplikasi mereka sendiri menjadi perangkat lunak berbasis android.

                Dari sifat android yang open source tersebut, di masa mendatang akan banyak para pengembang yang menciptakan perangkat lunak berbasis Android untuk keperluan medis. Nah, pembuatan aplikasi asisten pribadi seperti “Iris” yang populer bagi pengguna android saat ini. Namun asisten pribadi yang saya pikirkan tertanam di android ini berfungsi untuk mendeteksi autisme pada anak.  Saya memberikan nama aplikasi tersebut “Autice” atau kepanjangan dari Autism Voice. Saya sebut sebagai asisten pribadi, karena aplikasi Autice ini nanti mampu mandeteksi perintah suara dan berkomunikasi dengan penggunanya yang dalam hal ini adalah anak kecil yang mau dideteksi apakah autis atau tidak.

                Adapun konsepnya adalah anak atau balita yang mengalami perkembangan berbeda dengan anak sebayanya dapat dideteksi melalui vokal mereka. Untuk itu langkah awalnya harus ada sebuah database yang tertanam pada software Autice tentang suara anak normal dana anak autis. Pada batasan masalah ini, software Autice sementara hanya dapat digunakan oleh orang yang menggunakan bahasa dan logat indonesia. Untuk itu diperlukan rekaman suara dari anak-anak normal yang tidak mengalami autis dan anak-anak pengidap autis secara klinis yang dalam kesehariannya menggunakan bahasa dan logat indonesia pula. Rekaman suaranya tersebut kemudian akan ditanam di database software Autice. Nantinya akan didapatkan spektrum gelombang suara normal dan autis yang digunakan untuk parameter pemeriksaan suara untuk keperluan analisis autisme pada anak-anak.
                Dalam penggunaanya sendiri, software Autice merekam pembicaraan anak yang diperiksa tersebut dengan cara melakukan interaksi dengan Autice melalui perintah suara. Nantinya suara anak tersebut akan masuk pada software Autice menjadi spektrum gelombang suara tertentu yang disimpan pada database Autice. Kemudian sotware Autice akan membandingkan suara yang masuk dengan yang sudah terekam sebelumnya. Ada sebuah penelitian yang mengungkapkan bahwa suku kata yang dilafalkan anak normal dan autis berbeda. Nah, mungkin dari pelafalan suku kata yang berbeda tersebut yang bisa menjadi pembeda spektrum gelombang suara anak normal dan autis. 
                Akan tetapi software Autice yang saya rencanakan ini tidak bisa mendeteksi secara cepat. Perlu adanya pelatihan dan pengidentifikasian suara anak yang diperiksa berulang-ulang untuk mendapatkan hasil yang tepat. Oleh karena itu nantinya anak yang diperiksa harus setiap saat bisa berinteraksi dengan software Autice. Ketika sudah mencapai  500 kata, saya rencanakan software Autice sudah bisa tepat mendeteksi anak tersebut normal atau autis.

sumber : oyandawud-fst09.web.unair.ac.id

Download Nasyid Suara Persaudaraan

Download Nasyid Suara Persaudaraan

Saturday, August 18, 2012

Generasi Lalat dan Lebah


Segala puji hanya bagi Allah swt. Allah ciptakan kepada kita ayat-ayat-Nya di penjuru langit dan di ufuk bumi, bahkan dalam diri kita sendiri. Allah ciptakan kepada kita matahari yang mengajarkan kepada kita untuk percaya diri dan tepat janji datang di pagi hari dengan sinar yang berseri. Dan Allah ciptakan kepada kita juga purnama yang mengajarkan kepada kita untuk bersinar lembut dan bijaksana. Purnama sinarnya lembut tapi penuh cinta dan pesona. Purnama sinarnya lembut tapi tidak pernah kehilangan kharisma.
Muslim itu harus seperti matahari, berani dan punya nyali. Tapi muslim juga harus seperti purnama, lembut dan bijaksana. Berani tapi penuh kelembutan, lembut tapi penuh keberanian.
Suatu ketika Nabi berkata, “Amin, amin, amin.” Sahabat bertanya, “Kenapa ya Rasulullah?” “Sesungguhnya Jibril telah berdoa. Di antara doanya adalah: Celaka seorang hamba yang Ramadhan berlalu dari padanya tapi dosanya belum diampunkan juga. Celaka! Ramadhan pergi dia belum berubah jadi lebih baik, celaka! Ramadhan pergi tapi dosanya tidak berkurang, celaka! Ramadhan pergi dia belum bisa menjadi manusia yang makin dekat dengan Allah SWT maka dia celaka.
Makanya ketika orang sampai kepada Idul Fitri, hari kemenangan, ulama mengingatkan yang namanya hari raya bukan karena bajunya baru, hari raya karena taatnya makin nambah, makin dekat sama Allah. Harusnya terjadi perubahan yang kilat. Yang sebelumnya funky sekarang ngaji. Yang sebelumnya ngawur sekarang dekat kepada ta’lim. Yang awalnya gila harta sekarang cinta dengan surga. Yang tadinya lupa dengan agama sekarang bangga dengan agama Allah swt.
Yang awalnya jadi generasi lalat, sekarang berubah jadi generasi lebah. Bagaimana generasi lalat? Ternyata banyak sekali generasi sekarang, orang tua dan anak muda yang kayak lalat. Yang pacarannya pegang-pegangan, peluk-pelukan, gendong-gendongan, sikat-sikatan, banting-bantingan, cekik-cekikikan. Yang pakaiannya ala kadarnya, yang percaya dengan mistik, percaya dengan ramalan. Percaya dengan dukun.
Muncul generasi lalat. Lalat itu nongkrongnya di tempat yang jelek-jelek. Kalau pejabat suka korupsi, kenapa bisa begitu? Lalat. Lalat itu hobinya nongkrong di tempat yang jelek-jelek. Nongkrongnya di koreng, di sampah. Banyak manusia sekarang yang hobinya nongkrong di tempat yang jelek-jelek. Tempat maksiat, ngambil hak orang.
Banyak generasi sekarang yang kelakuannya seperti lalat. Lalat itu makannya yang jelek-jelek. Lalat itu makannya dari kotoran manusia, dari sampah. Banyak orang sekarang yang makannya yang jelek-jelek. Minuman yang haram, makanan yang haram, yang memabukkan, yang ngerusak dirinya. Tujuh puluh persen artis terlibat narkoba.
Lalat itu hobinya yang jelek-jelek, menyebarkan penyakit. Banyak manusia sekarang hobi yang jelek-jelek. Uang habis cuma untuk pesta pora. Hura-hura. Uang abis untuk beli film-film yang tidak beres. Tapi kalau untuk disuruh sedekah, luar biasa beratnya. Ini generasi lalat.
Sedangkan generasi lebah adalah generasi yang hobinya baik-baik. Lebah hobinya nongkrong di tempat yang baik-baik. Lebah nongkrongnya di pepohanan taman bunga. Jadilah generasi yang Ramadhan ini yang nongkrongnya di sekitar kebaikan. Masjid.
Hobinya kebaikan, ibadah. Zaman Rasul orang shalat nangis. Kalau ibadah separo hartanya, seluruh hartanya. Bahkan hartanya diwakafkan untuk umat. Berapa banyak sekarang pejabat kaya, pemimpin kaya? Boro-boro mau berwakaf, ibadah saja malas.
Jadilah generasi lebah yang hobinya di sekitar kebaikan. Yang hobinya berbuat kebaikan. Lebah itu hobinya menyebarkan kebaikan, madu. Dan menyembuhkan penyakit. Jadilah manusia yang jadi sumber solusi, sumber kedamaian, sumber pencerahan buat umat. Hadirin sekalian, pemirsa sekalian, saatnya kita berubah menjadi generasi-generasi yang Islami. Dengan cara apa? Dengan cara optimalkan Ramadhan kita supaya jadi manusia-manusia takwa.

Wednesday, August 1, 2012

Menilai Siswa bukan harus menghakimi



Anda wajib menolak praktik-praktik yang memberi murid cap karena alasan-alasan tertentu. Contohnya : 1) Cap sebagai pelajar yang lamban dapat menyebabkan murid Anda benar-benar gagal, 2) Murid dapat saja berprestasi bagus selain pada bidang yang Anda ajarkan atau gunakan sebagai alat ukur, 3) Cap negatif menyiratkan seolah murid Anda benar-benar bodoh, meski mereka membawa setumpuk pengalaman bagi Anda dan gaya mengajar Anda. Otak manusia memang dirancang untuk terus belajar. 4) Guru-guru yang terlanjur memberi cap seperti itu bisa jadi tidak mampu membangkitkan kemampuan yang ada dalam siswa-siswa ini. 5) Ulangan bukan alat yang memadai untuk mengukur semua keberhasilan, 6) Otak murid, khususnya murid berusia belia, mungkin berkembang lebih lambat dibandingkan otak teman sebayanya, tetapi hal ini tetap normal. 7) Prestasi di sekolah bukan jaminan mutlak kesuksesan di masa yang akan datang. Sejumlah tokoh terkenal yang pernah dicap “bodoh” atau “biasa-biasa saja” ternyata memberikan sumbangan yang sangat besar kepada masyarakat.
Alquran Surat Al Hujurat ayat 13 menunjukkan bahwa kesamaan asal-usul biologis manusia merefleksikan kesamaan martabat manusia seluruhnya. Karena semua bangsa termasuk dalam keluarga besar manusia (yakni, merujuk pada kesamaan asal-usul sebagai keturunan Adam dan Hawa), tidak ada suatu bangsa yang secara inheren lebih unggul daripada bangsa lain (Al-Zamkhsyari), Karena itu sudah seharusnya semua umat manusia saling menghormati dan melindungi martabat masing-masing.
Peningkatan jumlah dan pertumbuhan manusia menjadi berbagai bangsa dan suku dimaksudkan untuk memupuk, dan bukannya menghambat keinginan manusia untuk saling memahami dan menghargai hakikat kesatuan umat manusia di balik perbedaan tampilan fisik yang ada. Bersamaan dengan itu, segala prasangka rasial, kebangsaan, kesukuan(‘ashaabiyyah) dikutuk.
Saatnya, para guru bersikap lentur dalam mengelompokkan kemampuan. Anak yang semula bodoh tidak selalu selamanya bodoh. Jangan hanya menyebut murid-murid yang “lamban”. Sebut juga murid-murid yang “cepat” atau “cerdas”. Dirikan sentra belajar untuk menambah khazanah kecerdasan dan gaya belajar yang lebih beragam.
Tahap selanjutnya, gunakan minat dan latar belakang murid sebagai sumber untuk mempelajari hal-hal baru. Keterampilan bermain basket, bermain bola, dan permainan yang lain, dapat digunakan sebagai batu loncatan untuk mempelajari matematika ( misalnya untuk menghitung jumlah pemain atau catatan pertandingan). Murid yang punya motivasi besar terhadap uang dapat menggunakan pelajaran ekonomi untuk memperoleh ilmu tentang mengumpulkan dan memperbanyak harta di masa mendatang.
Bagi murid yang membutuhkan motivasi lebih di bidang daya ingat, para guru bisa menciptakan sentra panggung. Mengingat, Otak menyimpan informasi dalam tubuh dan pikiran serta memanggilnya kembali lewat konteks. Kita memanggil informasi yang tersimpan itu bila ada perintah spasial dan isi. Semakin besar kemiripan antara sandiwara atau pentas drama dalam kelas dengan situasi fisik dan psikis yang dimasuki oleh para murid saat mereka menerapkan informasi itu dalam kehidupan nyata, semakin bagus kemampuan mereka untuk memanggil informasi tentang cara mempelajarinya ketika anak-anak tersebut membutuhkannya kelak.
Ada banyak hal positif yang dapat dipetik oleh murid anda dari aktivitas drama. Pertama, mereka akan lebih termotivasi untuk berperan serta. Kedua, antusiasme mereka terhadap pelajaran akan meningkatkan kemampuan mengingat mereka secara pesat. Ketiga, memerankan suatu konsep secara fisik tidak hanya berarti menyimpan informasi dalam otak, tetapi juga dalam tubuh (dari gerakan sampai suara kata-kata yang diucapkan). Terakhir, bekerja dalam kelompok akan membantu mereka memahami secara pasti seberapa banyak ilmu yang telah mereka kuasai, tetapi juga memberikan umpan balik informal atas penampilan mereka.
Awalnya, biarkan murid Anda menulis skenario dan tarian, interpretasi atau penyajian dengan cara mereka sendiri dalam sebuah topik atau tema yang luas dalam tugas Anda. Gunakan strategi bermain peran sedekat mungkin dengan keterampilan hidup, gagasan, informasi, dan penggunaan sehari-hari. Sebagai contoh, minta murid Anda berperan seolah-olah sedang dijahili oleh teman sekelas, mencari teman di lingkungan baru, membuka rekening di bank, atau mendaftar kursus mengemudi.
Dorong ketertarikan dan minat murid Anda dengan memberikan alasan otentik (nilai kelompok) atau alasan intrinsik untuk berperan serta (kesempatan untuk mengajarkan keterampilan pribadi kepada rekan lain).
Pastikan bahwa permainan kompetitif apa pun yang Anda mainkan berakhir dengan kemenangan bersama sehingga semua pemain tidak merasa takut untuk mengambil resiko selama pertandingan dan tertarik untuk bermain kembali.
Bentuk tim atau kelompok, mainkan musik, tetapkan waktu, dan gunakan efek suara. Tanpa semua perangkat pembangkit perasaan ini, proyek Anda tidak lebih dari pekerjaan yang melelahkan dan bertele-tele. (*)

Tuesday, July 24, 2012

Hati yang jujur


Seorang raja yang memasuki usia senja ingin mencari penggantinya. Berbeda dengan kebiasaan, ia tak menunjuk anak-anak maupun pembantu terdekatnya. Ia justru memanggil para pemuda di negeri itu dan berpidato di hadapan mereka. "Aku akan mengadakan sayembara. Kalian semua akan mendapatkan sebuah biji. Tanamlah biji ini, rawatlah, dan kembalilah setahun lagi dengan tanaman kalian masing-masing. Bagi yang memiliki tanaman terbaik akan langsung kutunjuk menjadi raja menggantikanku!"
Seorang pemuda bernama Amir terlihat amat antusias. Ia menanam biji itu, dan menyiraminya tiap hari. Tapi sampai sebulan berlalu belum tumbuh apa-apa. Setelah 6 bulan, para pemuda mulai membicarakan tanaman mereka yang tumbuh tinggi, namun pot Amir masih kosong. Amir tak mengatakan apapun pada teman-temannya. Ia tetap menunggu bijinya tumbuh.
Setahun berlalu. Semua pemuda membawa tanamannya kepada raja. Semula Amir enggan, namun ibunya mendorongnya pergi dan berbicara apa adanya. Raja menyambut para pemuda seraya memuji tanaman yang mereka bawa. "Kerja kalian luar biasa. Tanaman kalian sangat indah. Aku akan menunjuk seorang dari kalian menjadi raja yang baru!"
Tiba-tiba raja melihat Amir berdiri di belakang kerumunan orang dan memanggilnya. Amir panik, "Jangan-jangan aku akan dibunuh," pikirnya.
Orang-orang mengejek dan mencemooh dia, karena ia membawa pot yang kosong. "Tenang!" raja berseru. Ia mendatangi Amir, lalu mengumumkan, "Ia adalah raja kalian yang baru". Orang-orang tampak terkejut. Mereka berpikir, "Bagaimana mungkin seseorang yang gagal menjadi raja?" Sang raja melanjutkan, "satu tahun yang lalu, aku memberimu sebuah biji untuk ditanam. Tetapi aku memberikan biji yang sudah dimasak dan tentu saja biji itu tidak bisa bertumbuh. Kalian semua menggantinya dengan biji yang lain. Hanya George yang memiliki kejujuran dan keberanian untuk membawa pot dengan biji yang kuberikan. Maka dari itu, aku memilihnya untuk menjadi penerusku."
 Kejujuran akan membawa perubahan yang mendasar dalam diri seseorang. Tetapi tanpa keberanian, kamu tidak bisa mengubah orang-orang di sekitarmu. Kejujuran menghasilkan pengikut, bukan pemimpin. Agar mampu mengubah orang di sekitarmu, keberanian adalah hal yang sangat penting.

Saturday, July 14, 2012

Kiat Membuat Keputusan Tepat


Setiap hari kita selalu akan dihadapkan dengan pengambilan keputusan, mulai dari yang sederhana hingga yang kompleks. Keputusan sederhana, misalnya, menentukan warna pakaian apa yang akan kita pakai untuk bekerja hari ini, atau menu apa yang akan disajikan bagi keluarga hari ini. Sementara keputusan yang kompleks terjadi ketika kita menentukan sekolah apa yang akan kita pilih, memilih pasangan, atau membeli rumah. Dalam situsnya, Oprah memberikan instruksi bagaimana membuat keputusan yang lebih baik.
  • Mengidentifikasi tujuan. David Welch, Ph.D., profesor ilmu politik di University of Waterloo, Ontario, dan penulis Decisions, Decisions: The Art of Effective Decision Making menjelaskan, “Orang yang tidak dapat mencerminkan diri mereka akan berakhir dengan membuat keputusan yang buruk karena mereka tidak benar-benar tahu apa yang mereka inginkan sebagai prioritas.” Sebelum menginginkan pekerjaan baru, tanyakan pada diri sendiri: Apakah saya benar-benar menginginkan karir yang berbeda? Atau, apakah saya hanya ingin atasan yang berbeda? Jangan membuat keputusan hanya didasarkan pada masalah yang salah.
  • Buat standar. Buatlah daftar pilihan yang sesuai dengan item tertentu. Misalnya, jika ingin membeli kamera digital, buatlah catatan tentang fasilitas apa yang akan digunakan dari kamera tersebut. Semua kamera sesuai dengan standar akan menjadi pilhan yang terbaik. Abaikan hal-hal lain yang hanya untuk senang-senang.
  • Jangan terburu-buru. Orang sering membuat keputusan yang salah ketika mereka sedang stres. Ketika dihadapkan dengan pengambilan keputusan yang kompleks, gunakan otak secara sadar untuk mengumpulkan informasi yang dibutuhkan, dan istirahatlah. Berjalan-jalan, meditasi setengah jam, tidur siang, atau minum teh. Tujuannya adalah memberikan pikiran yang tidak sadar sedikit waktu untuk bekerja. Pilihan yang dibuat setelah sedikit rileks biasanya akan menjadi keputusan yang baik atau paling tidak masih bisa diterima.
  • Kurangi pilihan. Jika memungkinkan, kurangi pilihan dengan membuat aturan bagi diri sendiri. Misalnya, buat jadwal seperti akan pergi yoga setiap akhir pekan, tidak akan minum lebih dari dua cangkir kopi, atau tidak akan membeli kertas toilet jika tidak ada diskon.
  • Evaluasi. Setelah keputusan dibuat, tanyakan pada diri sendiri apa yang dirasakan setelah itu dan pengalaman apa yang didapatkan.

Saturday, July 7, 2012

Komunikasi Efektif


Menurut Stephen Covey, justru komunikasi merupakan ketrampilan yang paling penting dalam hidup kita. Kita menghabiskan sebagian besar jam di saat kita sadar dan bangun untuk berkomunikasi. Sama halnya dengan pernafasan, komunikasi kita anggap sebagai hal yang otomatis terjadi begitu saja, sehingga kita tidak memiliki kesadaran untuk melakukannya dengan efektif.

Kita tidak pernah dengan secara khusus mempelajari bagaimana menulis dengan efektif, bagaimana membaca dengan cepat dan efektif, bagaimana berbicara secara efektif, apalagi bagaimana menjadi pendengar yang baik. Bahkan untuk yang terakhir, yaitu ketrampilan untuk mendengar tidak pernah diajarkan atau kita pelajari dalam proses pembelajaran yang kita lakukan baik di sekolah formal maupun
pendidikan informal lainnya.

Bahkan menurut Covey, hanya sedikit orang yang pernah mengikuti pelatihan mendengar. Dan sebagian besar pelatihan tersebut adalah teknik Etika Kepribadian, yang terpotong dari dasar karakter dan dasar hubungan yang mutlak vital bagi pemahaman kita terhadap keberadaan orang lain.

Stephen Covey menekankan konsep kesalingtergantungan (interdependency) untuk menjelaskan hubungan antar manusia. Unsur yang paling penting dalam komunikasi bukan sekedar pada apa yang kita tulis atau kita katakan, tetapi pada karakter kita dan bagaimana kita menyampaikan pesan kepada penerima pesan.

Jika kata-kata ataupun tulisan kita dibangun dari teknik hubungan manusia yang dangkal (etika kepribadian), bukan dari diri kita yang paling dalam (etika karakter), orang lain akan melihat atau membaca sikap kita. Jadi syarat utama dalam komunikasi efektif adalah karakter yang kokoh yang dibangun dari fondasi integritas pribadi yang kuat.

Kita bisa menggunakan analogi sistem bekerjanya sebuah bank. Jika kita mendeposito-kan kepercayaan (trust) kita, ini akan tergambar dalam perasaan aman yang kita miliki ketika kita berhubungan dengan orang lain. Jika saya membuat deposito di dalam rekening bank emosi dengan Anda melalui integritas, yaitu sopan santun, kebaikan hati, kejujuran, dan memenuhi setiap komitmen saya, berarti saya menambah cadangan kepercayaan Anda terhadap saya.

Kepercayaan Anda menjadi lebih tinggi, dan dalam kondisi tertentu, jika saya melakukan kesalahan, anda masih dapat memahami dan memaafkan saya, karena anda mempercayai saya. Ketika kepercayaan semakin tinggi, komunikasi pun mudah, cepat, dan efektif.


6 Deposito Utama dalam rekening Bank Emosi terhadap Orang Lain
Covey mengusulkan enam deposito utama yang dapat menambah rekening bank emosi dalam hubungan kita dengan sesama:

1. Berusaha benar-benar mengerti orang lain.

Ini adalah dasar dari apa yang disebut emphatetic communication- komunikasi empatik. Ketika kita berkomunikasi dengan orang lain, kita biasanya ”berkomunikasi” dalam salah satu dari empat tingkat. Kita mungkin mengabaikan orang itu dengan tidak serius membangun hubungan yang baik. Kita mungkin berpura-pura. Kita mungkin secara selektif berkomunikasi pada saat kita memerlukannya, atau kita membangun komunikasi yang atentif (penuh perhatian) tetapi tidak benar-benar berasal dari dalam diri kita.
Bentuk komunikasi tertinggi adalah komunikasi empatik, yaitu melakukan komunikasi untuk terlebih dahulu mengerti orang lain – memahami karakter dan maksud/tujuan atau peran orang lain.

2. Kebaikan dan sopan santun yang kecil-kecil begitu penting dalam suatu hubungan – hal-hal yang kecil adalah hal-hal yang besar.

3. Memenuhi komitmen atau janji adalah deposito besar; melanggar janji adalah penarikan yang besar.

4. Menjelaskan harapan. Penyebab dari hampir semua kesulitan dalam hubungan berakar di dalam harapan yang bertentangan atau berbeda sekitar peran dan tujuan. Harapan harus dinyatakan secara eksplisit.

5. Meminta maaf dengan tulus ketika Anda membuat penarikan.

6.Memperlihatkan integritas pribadi. Integritas pribadi menghasilkan kepercayaan dan merupakan dasar dari banyak jenis deposito yang berbeda.

Integritas merupakan fondasi utama dalam membangun komunikasi yang efektif. Karena tidak ada persahabatan atau teamwork tanpa ada kepercayaan (trust), dan tidak akan ada kepercayaan tanpa ada integritas. Integritas mencakup hal-hal yang lebih dari sekadar kejujuran (honesty). Kejujuran mengatakan kebenaran atau menyesuaikan kata-kata kita dengan realitas. Integritas adalah menyesuaikan realitas dengan kata-kata kita. Integritas bersifat aktif, sedangkan kejujuran bersifat pasif.

Setelah kita memiliki fondasi utama dalam membangun komunikasi yang efektif, maka hal berikut adalah kita perlu memperhatikan 5 Hukum Komunikasi Yang Efektif (The 5 Inevitable Laws of Efffective Communication) yang kami kembangkan dan rangkum dalam satu kata yang mencerminkan esensi dari komunikasi itu sendiri yaitu REACH, yang berarti merengkuh atau meraih. Karena sesungguhnya komunikasi itu pada dasarnya adalah upaya bagaimana kita meraih perhatian, cinta kasih, minat, kepedulian, simpati, tanggapan, maupun respon positif dari orang lain.

5 Hukum Komunikasi Yang Efektif (The 5 Inevitable Laws of Efffective Communication)

Hukum # 1: Respect

Hukum pertama dalam mengembangkan komunikasi yang efektif adalah sikap menghargai setiap individu yang menjadi sasaran pesan yang kita sampaikan. Rasa hormat dan saling menghargai merupakan hukum yang pertama dalam kita berkomunikasi dengan orang lain. Ingatlah bahwa pada prinsipnya manusia ingin dihargai dan dianggap penting. Jika kita bahkan harus mengkritik atau memarahi seseorang, lakukan dengan penuh respek terhadap harga diri dan kebanggaaan seseorang.

Jika kita membangun komunikasi dengan rasa dan sikap saling menghargai dan menghormati, maka kita dapat membangun kerjasama yang menghasilkan sinergi yang akan meningkatkan efektifitas kinerja kita baik sebagai individu maupun secara keseluruhan sebagai sebuah tim.

Bahkan menurut mahaguru komunikasi Dale Carnegie dalam bukunya How to Win Friends and Influence People, rahasia terbesar yang merupakan salah satu prinsip dasar dalam berurusan dengan manusia adalah dengan memberikan penghargaan yang jujur dan tulus. Seorang ahli psikologi yang sangat terkenal William James juga mengatakan bahwa ”Prinsip paling dalam pada sifat dasar manusia adalah kebutuhan untuk dihargai.” Dia mengatakan ini sebagai suatu kebutuhan (bukan harapan ataupun keinginan yang bisa ditunda atau tidak harus dipenuhi), yang harus dipenuhi. Ini adalah suatu rasa lapar manusia yang tak terperikan dan tak tergoyahkan. Lebih jauh Carnegie mengatakan bahwa setiap individu yang dapat memuaskan kelaparan hati ini akan menggenggam orang dalam telapak tangannya.

Charles Schwabb, salah satu orang pertama dalam sejarah perusahaan Amerika yang mendapat gaji lebih dari satu juta dolar setahun, mengatakan bahwa aset paling besar yang dia miliki adalah kemampuannya dalam membangkitkan antusiasme pada orang lain. Dan cara untuk membangkitkan antusiasme dan mendorong orang lain melakukan hal-hal terbaik adalah dengan memberi penghargaan yang tulus. Hal ini pula yang menjadi satu dari tiga rahasia manajer satu menit dalam buku Ken Blanchard dan Spencer Johnson, The One Minute Manager.

Hukum # 2: Empathy

Empati adalah kemampuan kita untuk menempatkan diri kita pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Salah satu prasyarat utama dalam memiliki sikap empati adalah kemampuan kita untuk mendengarkan atau mengerti terlebih dulu sebelum didengarkan atau dimengerti oleh orang lain. Secara khusus Covey menaruh kemampuan untuk mendengarkan sebagai salah satu dari 7 kebiasaan manusia yang sangat efektif, yaitu kebiasaan untuk mengerti terlebih dahulu, baru dimengerti (Seek First to Understand – understand then be understood to build the skills of empathetic listening that inspires openness and trust).

Inilah yang disebutnya dengan Komunikasi Empatik. Dengan memahami dan mendengar orang lain terlebih dahulu, kita dapat membangun keterbukaan dan kepercayaan yang kita perlukan dalam membangun kerjasama atau sinergi dengan orang lain.

Rasa empati akan memampukan kita untuk dapat menyampaikan pesan (message) dengan cara dan sikap yang akan memudahkan penerima pesan (receiver) menerimanya. Oleh karena itu dalam ilmu pemasaran (marketing) memahami perilaku konsumen (consumer’s behavior) merupakan keharusan. Dengan memahami perilaku konsumen, maka kita dapat empati dengan apa yang menjadi kebutuhan, keinginan, minat, harapan dan kesenangan dari konsumen.

Demikian halnya dengan bentuk komunikasi lainnya, misalnya komunikasi dalam membangun kerjasama tim. Kita perlu saling memahami dan mengerti keberadaan orang lain dalam tim kita. Rasa empati akan menimbulkan respek atau penghargaan, dan rasa respek akan membangun kepercayaan yang merupakan unsur utama dalam membangun teamwork.

Jadi sebelum kita membangun komunikasi atau mengirimkan pesan, kita perlu mengerti dan memahami dengan empati calon penerima pesan kita. Sehingga nantinya pesan kita akan dapat tersampaikan tanpa ada halangan psikologis atau penolakan dari penerima.
 
Empati bisa juga berarti kemampuan untuk mendengar dan bersikap perseptif atau siap menerima masukan ataupun umpan balik apapun dengan sikap yang positif. Banyak sekali dari kita yang tidak mau mendengarkan saran, masukan apalagi kritik dari orang lain. Padahal esensi dari komunikasi adalah aliran dua arah.

Komunikasi satu arah tidak akan efektif manakala tidak ada umpan balik (feedback) yang merupakan arus balik dari penerima pesan. Oleh karena itu dalam kegiatan komunikasi pemasaran above the lines (mass media advertising) diperlukan kemampuan untuk mendengar dan menangkap umpan balik dari audiensi atau penerima pesan.

Hukum # 3: Audible

Makna dari audible antara lain: dapat didengarkan atau dimengerti dengan baik. Jika empati berarti kita harus mendengar terlebih dahulu ataupun mampu menerima umpan balik dengan baik, maka audible berarti pesan yang kita sampaikan dapat diterima oleh penerima pesan.

Hukum ini mengatakan bahwa pesan harus disampaikan melalui media atau delivery channel sedemikian hingga dapat diterima dengan baik oleh penerima pesan. Hukum ini mengacu pada kemampuan kita untuk menggunakan berbagai media maupun perlengkapan atau alat bantu audio visual yang akan membantu kita agar pesan yang kita sampaikan dapat diterima dengan baik. Dalam komunikasi personal hal ini berarti bahwa pesan disampaikan dengan cara atau sikap yang dapat diterima oleh penerima pesan. 

Hukum # 4: Clarity 

Selain bahwa pesan harus dapat dimengerti dengan baik, maka hukum keempat yang terkait dengan itu adalah kejelasan dari pesan itu sendiri sehingga tidak menimbulkan multi interpretasi atau berbagai penafsiran yang berlainan. Ketika saya bekerja di Sekretariat Negara, hal ini merupakan hukum yang paling utama dalam menyiapkan korespondensi tingkat tinggi. Karena kesalahan penafsiran atau pesan yang dapat menimbulkan berbagai penafsiran akan menimbulkan dampak yang tidak sederhana.

Clarity dapat pula berarti keterbukaan dan transparansi. Dalam berkomunikasi kita perlu mengembangkan sikap terbuka (tidak ada yang ditutupi atau disembunyikan), sehingga dapat menimbulkan rasa percaya (trust) dari penerima pesan atau anggota tim kita. Karena tanpa keterbukaan akan timbul sikap saling curiga dan pada gilirannya akan menurunkan semangat dan antusiasme kelompok atau tim kita.

Hukum # 5: Humble

Hukum kelima dalam membangun komunikasi yang efektif adalah sikap rendah hati. Sikap ini merupakan unsur yang terkait dengan hukum pertama untuk membangun rasa menghargai orang lain, biasanya didasari oleh sikap rendah hati yang kita miliki. Dalam edisi Mandiri 32 Sikap Rendah Hati pernah kita bahas, yang pada intinya antara lain: sikap yang penuh melayani (dalam bahasa pemasaran Customer First Attitude), sikap menghargai, mau mendengar dan menerima kritik, tidak sombong dan memandang rendah orang lain, berani mengakui kesalahan, rela memaafkan, lemah lembut dan penuh pengendalian diri, serta mengutamakan kepentingan yang lebih besar.

Jika komunikasi yang kita bangun didasarkan pada lima hukum pokok komunikasi yang efektif ini, maka kita dapat menjadi seorang komunikator yang handal dan pada gilirannya dapat membangun jaringan hubungan dengan orang lain yang penuh dengan penghargaan (respect), karena inilah yang dapat membangun hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan dan saling menguatkan.

Sumber :komunikasi-efektif-stephen-covey.

Wednesday, July 4, 2012

Teknologi Modern Dunia Pendidikan ?


Di era modern saat ini, hampir semua aspek kehidupan tak terlepas dari pengunaan teknologi. Perkembangan teknologi dan informasi yang begitu pesat, turut membawa perubahan yang signifikan terhadap laju perkembangan pola hidup masyarakat dan juga mempengaruhi cara kita dalam berkomunikasi, tak terkecuali dalam hal Pendidikan.
Penggunaan teknologi untuk pendidikan merupakan cara pemanfaatan teknologi dalam rangka memudahkan proses kegiatan belajar mengajar dan mempermudah akses informasi bagi para siswa atau mahasiswa.
Pendidikan merupakan sebuah sistem kegiatan belajar mengajar yang tidak boleh dipisahkan dari Perkembangan teknologi modern saat ini. Pendidikan haruslah benar-benar bisa dijadikan acuan bagaimana pemanfaatan teknologi dapat diterapkan secara efektif. Karena Pendidikan merupakan pintu gerbang bagi seseorang untuk menimba ilmu dalam rangka meningkatkan taraf sumber daya manusia menjadi lebih berkualitas. Pemanfaatan teknologi yang menyeluruh dalam ranah pendidikan merupakan cara yang tepat untuk mempermudah kita dalam memahami materi yang diberikan. Selain untuk memudahkan kita dalam memahami materi, Pemanfaatan teknologi dalam pendidikan juga dapat membuat kita lebih mengerti akan pemanfaatan teknologi sebagai sarana belajar yang baik dan efisien.
Kegiatan belajar mengajar di era modern saat ini tidak lagi harus terpaku dengan pandangan yang tetap bersikukuh bahwa pemanfaatan teknologi tersebut hanya akan membuat para siswa menjadi manja dan mengisolasi para siswa untuk berkreasi. Pandangan tersebut jelas-jelas salah, karena dengan pemanfaatan teknologi, kemudian akan tercipta suasana belajar yang nyaman dan memungkinkan siswa untuk menyerap ilmu lebih banyak dibandingkan dengan proses belajar mengajar yang monoton dan mengabaikan pemanfaatan teknologi sebagai sarana penunjang belajar.
Pendidikan selalu mengalami perubahan dan perkembangan seiring dengan berkembangnya teknologi modern yang terus-menerus mengalami pembaharuan. Kemajuan teknologi tersebut mendorong para guru untuk melakukan adaptasi terhadap perubahan dan perkembangan teknologi di dalam proses belajar mengajar. Guru dituntut untuk dapat menerapkan penggunaan teknologi dengan baik dengan tidak mengabaikan nilai-nilai pendidikan itu sendiri.
Pemanfaatan teknologi yang efisien pun harus dimanfaatkan sebaik mungkin di dalam proses belajar mengajar, karena dengan pemanfaatan tersebut dapat mempermudah cara pengajar dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan para siswa di dalam kelas.
Kebutuhan akan teknologi dalam ranah pendidikan bukanlah hal yang baru, pemanfaatan teknologi untuk membentuk ruang kelas yang kondusif dan inovatif sebenarnya merupakan sarana penunjang belajar yang baik di dalam kelas. Pemanfaatan tersebut terbukti berperan besar dalam kelancaran proses belajar mengajar di kelas antara guru dan siswa.
Namun tentunya guru tidak hanya harus terpaku pada pemanfaatan teknologi dengan mengabaikan nilai-nilai pendidikan. Maksudnya adalah cara atau metode mengajar guru yang diterapkan di dalam kelas. Pemanfaatan tersebut harusnya juga tidak membuat guru malas dalam mengajar karena merasa bahwa teknologi sudahlah cukup sebagai sarana untuk penyampaian materi. Hal tersebut memang ada benarnya, namun hendaknya guru lebih memahami efisiensi pemanfaatan teknologi tersebut dan benar-benar mengajar dari hati. Karena walaupun dengan penerapan teknologi yang baik, namun dengan cara mengajar yang kurang atraktif, akan membuat siswa bosan di dalam kelas.
Banyak cara yang dapat dilakukan institusi pendidikan dalam pemanfaatan teknologi dalam ranah pendidikan. Seperti penggunaan laptop untuk mempermudah guru ataupun siswa untuk mempresentasikan hasil yang telah disajikan dalam bentuk penyajian presentasi dengan perpaduan slide antara gambar dan teks. Penggunaan perangkat teknologi tersebut terbukti membuat para siswa nyaman dan mempermudah menyerap materi yang disajikan dalam bentuk hasil presentasi.
Penerapan atau pemanfaatan teknologi dalam ranah pendidikan di Indonesia bisa dibilang sudah cukup baik. Contohnya saja pemanfaatan dalam institusi pendidikan yang memang benar-benar membutuhkan sarana teknologi sebagai media interaksi dalam menyajikan materi kepada siswa. Selain itu, pemanfaatan tersebut akan membuka mata kita terhadap dunia luar, dan terhadap laju perkembangan teknologi global yang begitu pesat. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa pemanfaatan teknologi yang baik dalam pendidikan telah membantu dan memudahkan guru dalam penyajian materi. Serta membuka mata kita akan perkembangan teknologi dalam dunia global yang semakin modern. Administrasi sekolah yang modern bukan manual, pembelaran elerning bahkan media buku ebook digital yang praktis harus didukung sehingga tidak lagi dengan manual secara keseluruhan. Pengolahan nilai dibuat sistem program yang modern bahkan kraetivitas siswa yang unik dan super canggih membuat siswapun akan tambah menjadi semnagat. Jadi semua perlu teknlogi serba modern dan tentunya harus berprestasi bagi siswa maupun peningkatan instansi dunia pendidikan.

Tuesday, June 5, 2012

Perbandingan Membaca di Internet dan Membaca di Buku


Membaca di internet memang nikmat rasanya. Kita bisa berjam-jam memelototi tulisan di depan laptop atau gadget lainnya. Apalagi dengan kecanggihan teknologi sekarang ini, sambil mandi dan (BAB) pun kita masih bisa membaca di internet sambil memainkan ipad atau iphone yang kita miliki. Bahkan ada orang yang memutuskan pacarnya hanya dari dalam toliet saja tanpa harus tatap muka.
Banyaknya buku elektronik (e-book) membuat orang menjadi lama membaca di internet. Ada saja orang baik yang memberikan bukunya secara gratis dan dapat diunduh atau didownload secara online. Kita pun pembaca menjadi senang, karena tak perlu membeli bukunya, dan mendapatkannya secara gratis. Bila kita sudah mendownload bukunya, maka kita akan dapat membacanya secara offline.
Membaca di internet memang telah menjadi trend saat ini. Ketika orang berada di bandara, terminal, dan tempat keramaian lainnya sering kita temui banyak orang membaca di internet lewat gadgetnya yang semakin mungil saja. Rata-rata mereka membaca informasi yang diperlukan dari website dan webblog terkenal, seperti detik.com, kompas.com, wijayalabs.com, dan lain-lain. Pokoknya membaca di internet memang asyik, apalagi bila isinya sangat menarik hati.
Namun, membaca di internet tidak sama dengan membaca buku. Buku jauh lebih nikmat dibaca, dimana saja, dan kapan saja. Dia tak perlu baterai dan akses internet seperti halnya iphone atau ipad, dan ukuran buku bermacam-macam. Tergantung dari desain yang sengaja dibuat oleh penerbit dan dengan persetujuan penulisnya. Sering kita temui buku kecil atau buku saku berukuran ponsel saat ini yag menarik untuk dibaca.
Djamaludin Husita di kompasiana menuliskan. “Buku adalah gudang ilmu sedangkan membaca adalah kuncinya”. Ungkapan tersebut memiliki makna bahwa untuk memperoleh ilmu dari buku satu-satunya cara adalah dengan membaca. Tidak mungkin, buku yang ada di pustaka sekolah, pustaka daerah atau bahkan pustaka yang sengaja kita buat di rumah mampu secara otomatis mentransferkan ilmu kepada kita tanpa membacanya.
Membaca buku memang perlu fokus agar kita dapat menceritakan kembali isinya. Banyak buku yang menarik, khususnya buku novel yang mampu menemani kita di dalam perjalanan, baik melalui darat, laut, dan udara. Dengan membawa buku, perjalanan serasa sebentar, karena diikuti dengan membaca buku. Hal itulah yang saya rasakan sendiri ketika perjalanan jauh. Membaca buku jauh lebih nikmat daripada membaca di internet. Mata jauh lebih kuat dan tahan membaca buku daripada membaca di internet.
Membaca buku jelas berbeda dengan membaca di internet. Membaca buku adalah membaca ide orang lain secara utuh yang dituliskan oleh penulisnya. Para penulis buku bisa menuliskannya beratus-ratus halaman. Tergantung dari tema apa yang hendak dituliskannya. Bahkan dari tulisannya, penulis bisa mempengaruhi orang lain. Seperti buku best seller karya wijaya kusumah yang berjudul menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi.
Membaca di internet dan membaca buku memang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun bagi saya, membaca buku jauh lebih mengasyikkan daripada membaca di internet. Pembaca akan mendapatkan informasi dan ilmu secara utuh. Selain itu, sebuah buku rata-rata sudah ditangani oleh tim editor yang membuat tulisan itu menjadi renyah untuk dibaca.
Banyak teman saya yang ternyata sependapat juga denganku. Mereka mengatakan membaca buku jauh lebih enjoy daripada membaca di internet. Membaca buku untuk memperoleh ilmu dan informasi secara utuh, sedangkan membaca di internet untuk memperoleh informasi yang kita butuhkan saat itu.  Bisa saja kita membaca sebuah buku secara utuh melalui internet, tetapi jarang saya temui orang yang melakukannya. Kebanyakan orang lebih suka membaca di buku yang berbentuk kertas daripada di internet. Itulah mengapa toko buku masih dperlukan saat ini dan tak akan pernah bangkrut bila mampu mengelola marketingnya dengan baik. Buku yang berbahan kertas tetap akan menjadi idola banyak orang untuk membacanya.
Perbandingan membaca di internet dan membaca di buku pada intinya adalah buku jauh lebih diterima masyarakat umum daripada membaca di internet. Kita masih melihat, kebanyakan orang menggunakan internet untuk sebatas hiburan dan mencari informasi saja. Jarang sekali kita temui, orang yang membaca buku secara online dan betah berlama-lama membaca beberapa buku. Justru kita sering menemui banyak orang senang membaca di buku dan betah berlama-lama dengannya. Bagaimana menurut anda?

Monday, May 14, 2012

Usia 6 Tahun Wasik Sudah Menguasai Bahasa Pemrograman C++

wasik

Seorang bocah laki-laki asal Bangladesh, mulai tertarik dengan komputer sejak berusia 2 tahun. Di usianya yang saat ini genap 6 tahun, ia akan dicalonkan sebagai pemegang rekor ahli komputer termuda di dunia.

Dia adalah Wasik Farhan-Roopkotha. Ketika masih balita, Wasik telah menunjukan bakatnya di bidang ilmu komputer. “Dia telah mendapatkan beberapa pengetahuan tentang bahasa pemrograman C++. Ia juga mampu mengetik dengan cepat dan efisien tanpa harus melihat keyboard,” kata sang ibu, Cynthia Farhan-Risha.
Wasik mulai mengetik menggunakan software Microsoft Word di usia 3 tahun, lalu mengetahui bagaimana cara meng-install dan mengunduh emulator game pada usia 4 tahun. Ia pun dengan cepat menguasai game-game yang tergolong rumit.
“Saya sangat menikmati bermain di komputer dan mempelajari keahlian baru. Saya punya mimpi di masa depan bisa menjadi ahli komputer dan bekerja di sebuah perusahaan komputer besar,” ujar Wasik kepada BBC.
Menurut sang ibu, Wasik memang terlihat berbeda dari anak seusianya. “Saya pun tak percaya ketika melihat dia mulai belajar berhitung di usia 7 bulan,” aku Cynthia.
Komputer telah menjadi mainan sehari-hari sekaligus hobi Wasik. Orang tuanya bertekad akan terus menggali bakat yang dimiliki Wasik, dan berharap pemerintah Bangladesh dapat mendukung bakat Wasik.
Ketika usia Wasik sudah memungkinkan untuk masuk sekolah dasar, orang tuanya memilih metode “home schooling” ketimbang sekolah umum. Karena, bahasa Inggris Wasik masih terbatas. Ia lebih sering bicara menggunakan bahasa Bengali, salah satu bahasa yang populer di Bangladesh.
Guiness World Records
Di Bangladesh, Wasik sudah banyak diliput oleh media setempat. Masyarakat pun menyambut positif keberadaan programmer muda mereka.
Orang tua Wasik berharap, bakat si anak bisa diakui oleh Microsoft dan tercatat di Guiness World Records. “Sampai saat ini Guiness World Records tidak memiliki catatan rekor programer komputer termuda di dunia,” ujar Cynthia.
Pihak Guiness World Records mengatakan, mereka memang belum mencatat programer termuda. “Kami mempersilakan keluarga Wasik untuk mengajukan klaim di situs web kami,” jawab juru bicara Guiness World Records.
Sisi lain Wasik
Sebagai orang tua yang memiliki anak berbakat, Cynthia mengakui Wasik adalah anak yang suka asyik sendiri dengan komputer. Mereka berjuang keras mengendalikan perilaku Wasik itu, yang terkadang menunjukan tanda-tanda keras kepala.
Wasik yang masih anak-anak, suka seenaknya melakukan caranya sendiri untuk mendapatkan sesuatu yang dia inginkan. “Terkadang dia tidak mau makan jika tidak diberi kesempatan menggunakan komputer,” tambah Cynthia.
Ia berpendapat, Wasik harus punya keseimbangan yang tepat dalam hidup. Karena itulah, perlu diterapkan disiplin dan fokus yang jelas. Orang tua juga selalu membimbing Wasik agar sering bermain dengan teman seusianya, seperti bermain sepak bola.
“Kami ingin menjadikan Wasik pribadi yang tetap membumi. Dan saat dia tumbuh besar, dia akan tahun bahwa dirinya diberkati bakat yang tidak boleh disia-siakan,” harap Cyntia.
Sebagai ibu, besar harapan Cynthia agar Wasik bisa menjadi seorang ilmuwan komputer besar dan membantu memperkenalkan episode baru di dunia cyber.
Sumber : BBC and Tekno Kompas

BAGAIMANA MELAKUKAN TERAPI TRAUMA ANAK


TAT adalah proses penyembuhan sederhana namun efektif, yang dilakukan dengan menyentuh ringan beberapa titik akupresur di kepala (Pose TAT) berbarengan dengan membawa perhatian Anda pada masalah tertentu (Langkah TAT). Secara umum, TAT dapat membantu Anda menyembuhkan trauma dan luka batin, mengatasi emosi negatif yang sulit disembuhkan, membantu proses penyembuhan fisik serta alergi, dan juga membebaskan Anda dari keyakinan diri yang membelenggu. TAT merupakan salah satu cara sederhana, indah, cepat serta efektif untuk mencapai hidup sehat, selaras dan bahagia.

Disclaimer
TAT adalah suatu pendekatan penyembuhan yang relatif baru, sehingga seberapa jauh efektivitas, risiko dan manfaatnya belum diketahui sepenuhnya. Mohon perhatikan hal-hal berikut ini:
• Emosi, sensasi fisik, maupun memori yang belum tuntas bisa muncul dalam prosesnya.
• Memori trauma yang tadinya bisa diingat dengan jelas bisa menjadi pudar. Ini dapat mempengaruhi 
  kemampuan untuk memberikan kesaksian hukum di pengadilan yang terkait dengan peristiwa traumatis.
Sebelum membaca dan menggunakan informasi dalam dokumen ini, saya mengetahui dan menyetujui bahwa:
• Keputusan saya untuk menggunakan TAT adalah berdasarkan pilihan saya sendiri.
• Saya menerima tanggung jawab penuh untuk merawat diri sendiri di seluruh aspek kehidupan saya.
• Keputusan saya untuk menggunakan TAT bebas dari tekanan luar apapun.
• Saya akan membaca dokumen ini secara lengkap sebelum menggunakan TAT.
• TAT tidak memberikan diagnosa medis atau menawarkan kesembuhan; TAT juga tidak menggantikan terapi dari tenaga medis profesional. Saya akan berkonsultasi dengan ahli medis saya sehubungan dengan masalah medis, psikologis maupun aspek kesehatan manapun yang saya miliki.

Bagaimana Melakukan Pose TAT
Dengan salah satu tangan, sentuhkan ujung ibu jari secara ringan di titik akupresur yang letaknya kurang lebih 1/8 inci di atas sudut mata dalam. Kemudian letakkan ujung jari manis tangan yang sama dengan ringan pada
titik akupresur yang letaknya kurang lebih 1/8 inci di atas sudut mata dalam di sisi sebelahnya. Letakkan ujung jari tengah tangan yang sama di titik yang letaknya sekitar 1 inci di atas titik pertengahan kedua alis.
Sekarang letakkan telapak tangan yang masihbebas di belakang kepala, dengan posisi ibu jari kurang lebih menyentuh perbatasan antara leher dan kepala belakang. Dasar tengkorak kepala seolah ditimang oleh telapak tangan tersebut. Kedua tangan Anda hanya menyentuh dengan sangat ringan. Tidak perlu ada tekanan pada jari atau tangan sama sekali. Bila Anda melakukan pose TAT untuk orang lain, bagian kepala belakang yang disentuh sama, hanya saja jari kelingking Andalah yang ada di perbatasan leher dan kepala belakang. Untuk anak-anak berusia 11 tahun kebawah, letakkan telapak tangan Anda di depan kening
anak tersebut, hingga menutupi setengah bagian atas dari kedua matanya. Untuk bayi, orang yang sangat sakit/lemah, atau orang yang tidak nyaman disentuh, pose TAT ini dilakukan dengan posisi yang sama seperti untuk anak-anak, namun kedua tangan berjarak 1-2 inci dari kepala orang tersebut. Posisi untuk Langkah ke-9 dalam proses TAT adalah sebagai berikut:
Posisi tangan pertama: 
sama dengan posisi TAT. Posisi tangan kedua: dari posisi pertama, tukarkan posisi tangan kanan menjadi posisi tangan kiri.
Posisi tangan ketiga:
Letakkan kedua tangan melingkari kedua daun telinga. Posisikan ibu jari tepat di pertemuan daun telinga bawah dengan leher Anda, dan jari kelingking tepat di bagian teratas dari daun telinga Anda. Jari yang lain diistirahatkan di daun telinga bagian belakang.

Setiap langkah TAT dilakukan selama kurang lebih 1 menit, atau hingga Anda merasa “sudah selesai”. Rasa “sudah selesai” dapat berbentuk helaan nafas, atau rasa bahwa masalah ini tidak lagi “mencengkram” Anda, atau pikiran Anda beralih perhatian, pelepasan energi, atau sebuah rasa yang sederhana dimana Anda merasa sudah selesai. Bagi anak-anak, proses ini terkadang terjadi hanya dalam beberapa detik saja. Jarang sekali terjadi bahwa perasaan /emosi Anda bisa menjadi lebih kuat saat melakukan TAT. Bilamana ini terjadi, tetaplah berada dalam pose TAT dan letakkan perhatian Anda pada apa yang sedang Anda lakukan di tahap
tersebut. Jangan arahkan perhatian Anda untuk masuk lebih dalam ke perasaan/emosi tersebut. Bila Anda terus mengikuti instruksi yang diberikan, biasanya emosi Anda akan berubah menjadi rasa tentram dan damai dalam beberapa menit kemudian. Bilamana Anda tidak memperoleh rasa damai tersebut dalam beberapa menit, mintalah bantuan Praktisi TAT Bersertifikasi atau ahli kesehatan mental yang profesional.
Anda dapat melepaskan lengan dan tangan Anda untuk beristirahat kapan saja – selama sebuah langkah dan/atau diantara langkah. Mata Anda boleh terbuka atau tertutup. Tidak jadi masalah tangan kiri atau kanan yang Andaletakkan di depan kening.
Lakukan TAT maksimum 20 menit per hari dalam pose TAT. Minumlah 6-8 gelas air di hari ketika Anda melakukan TAT. Sekarang setelah Anda selesai melakukan TAT, ukurlah kembali reaksi Anda terhadap trauma yang sama. Dengan mengukur skala subjektif 0 – 10, dimana ‘0’ berarti tidak ada stres dan ‘10’ berarti kondisi rasa yang paling buruk, ukurlah reaksi Anda terhadap trauma tersebut, pada saat ini. Bandingkan ukuran sebelum dan sesudah proses ini bagi Anda. Itu saja prosesnya. Pose dan Langkah diatas merupakan fondasi dasar TAT. Seringkali proses ini dikatakan sebagai proses yang begitu indah dan
sederhana, namun luar biasa efektif. Ketika melakukan TAT, Pose dan Langkah 3-9 tetap sama, namun Langkah SATU dan Langkah DUA bisa berubah sesuai dengan isu apa yang ditangani. Perhatikan bahwa ketika Anda sedang menyembuhkan sesuatu yang berhubungan dengan masa lalu, Anda bisa meletakkan perhatian akan sebuah peristiwa atau serangkaian peristiwa tanpa harus mengulangnya secara nyata sekali lagi. Dalam TAT, kita tidak perlu dan tidak disarankan untuk mengalami ulang peristiwa traumatik, untuk
mencapai penyembuhan.

Ikhtisar Langkah TAT
BERNIAT / DOA
Berniatlah dalam hati agar penyembuhan yang Anda akan lakukan juga akan bermanfaat bagi:
• semua generasi sebelum Anda (ancestors), seluruh keluarga Anda, & seluruh generasi setelah Anda
• semua pihak yang terlibat, terpengaruh maupun mempengaruhi Anda dalam masalah ini,
• semua bagian dari diri Anda dan semua sudut pandang Anda tentang masalah ini,
• bilamana sesuai dengan keyakinan pribadi, semua pastlife (kehidupan masa lampau) Anda
• semua yang mengalami penderitaan serupa dengan Anda saat ini
1: MASALAH
Pilihlah kalimat di bawah ini yang paling sesuai untuk situasi Anda:
• “PERISTIWA INI” sudah terjadi
• Semua yang menyebabkan “MASALAH INI” sudah terjadi
• “Pikiran Negatif” (pikiran, keyakinan, kebiasaan)
2: KEBALIKAN DARI MASALAH
Pilihlah kalimat di bawah ini yang paling sesuai untuk situasi Anda:
• “PERISTIWA INI” sudah terjadi, sudah berlalu, saya OK, dan sekarang saya boleh rileks
• Semua yang mengakibatkan munculnya “MASALAH INI” sudah terjadi, sudah berlalu, maka sekarang “MASALAH INI” pun sirna
• Tidak benar bahwa “Pikiran Negatif” ATAU gunakan kalimat lain yang kebalikan
3: TEMPAT PENYIMPANAN
Perhatikan / rasakan / renungkan dalam hati, tanpa perlu tahu dimana saja tempat trauma tersebut tersimpan selama ini: Semua tempat dalam batin saya, tubuh saya, dan hidup saya, dimana MASALAH INI tersimpan
selama ini, sekarang disembuhkan. 4: AKAR PENYEBAB
Perhatikan / rasakan / renungkan dalam hati, tanpa perlu tahu apa saja akar penyebab dari masalah Anda:
Segala akar penyebab dari MASALAH INI sekarang disembuhkan. 5: PEMAAFAN
Perhatikan / rasakan / renungkan dalam hati: (tanpa perlu mencari atau mengingat setiap orang yang terlibat; cukup niatkan saja dalam hati Anda)
a. Saya mohon maaf kepada semua pihak yang saya sakiti sehubungan dengan masalah ini, semoga semua hidup penuh kasih sayang, damai dan bahagia.
b. Saya maafkan semua pihak yang menyakiti saya sehubungan dengan masalah ini, semoga semua hidup penuh kasih sayang, damai dan bahagia.
c. Saya maafkan semua pihak yang saya salahkan dalam masalah ini, termasuk Tuhan maupun diri saya sendiri.
6: BAGIAN DIRI
Perhatikan / rasakan / renungkan dalam hati: (tanpa perlu mencari bagian diri yang relevan) Semua bagian diri saya yang merasa perlu untuk tetap memelihara MASALAH INI sekarang disembuhkan. 
7: APAPUN YANG TERSISA
Perhatikan / rasakan / renungkan dalam hati: (tanpa perlu tahu apa yang tersisa) Apapun yang masih tersisa dari MASALAH INI sekarang disembuhkan.
8: MEMILIH
Perhatikan / rasakan / renungkan dalam hati: Saya memilih (apapun hasil positif yang ingin Anda capai sehubungan dengan MASALAH INI).
9: INTEGRASI
Perhatikan / rasakan / renungkan dalam hati dengan 3 POSISI TANGAN Penyembuhan ini sekarang menyatu dengan utuh, tuntas dan sempurna. BERSYUKUR: Terakhir saya sarankan Anda untuk berterimakasih kepada siapapun dan apapun yang berperan dalam penyembuhan Anda – Tuhan, Ibu Pertiwi, Cinta Ilahi, dll
Diterjemahkan oleh: Reza Gunawan – Certified TAT Trainer