Wednesday, March 13, 2013

Kata - Kalimat positif




 


Kekuatan kata akan mampu menggerakkan untuk selalu memilih kata-kata terbaik, tepat, akurat, memikat, dan dahsyat full manfaat. Kita bisa menulis apa saja, mengatakan apa pun, dengan  niat untuk “memilih” yang terbaik dan tidak melanggar syariat.

The amazing words change the world… kata-kata ajaib bisa untuk mengubah dunia. Sapaan Nabi pada Zaid bin Tsabit memotivasinya jadi ahli bahasa, Persia dan Ibrani. Nasihat guru Imam Bukhari menginspirasi lahirnya Shahih al-Bukhari. Apresiasi guru “si buta” Stevie Wonder mengantarkannya jadi penyanyi tenar.  Temukan inspirasi tentukan amal unggulanmu.
The amazing words change the world. Kata-kata adalah “makhluk hidup” ketika digali dari ketulusan hati, kedalaman jiwa, kepekaan rasa, dan kekayaan makna. Kata-kata inspiratif adalah jalan dahsyat untuk mengungkapkan isi hati dengan teliti, hati-hati, tidak menyakiti. Menggugah kesadaran membangun keunggulan.
Betapa banyak orang yang masuk surga gara-gara kata-katanya, begitu pula sebaliknya. Banyak pula yang terseret di pintu neraka, tersungkur ke dinding-dindingnya, lalu terjungkal ke jurangnya gara-gara lisan, lidah, mulut dan ucapannya. Di dunia saja kita telah melihat banyak buktinya. Banyak orang terpenjara gara-gara kata-katanya. Nah, kini saatnya kita jadikan kata-kata kunci surga dengan:
1.  Kalimat yang dahsyat bisa mengubah pribadi biasa menjadi dahsyat luar biasa. “Berprestasi di tengah keterbatasan adalah sebuah kepahlawanan dalam bentuk yang lain.”
2.    Kata-kata yang positif bisa melahirkan pribadi kreatif. “Kalau kita berpikir menang maka semua jalan ‘kan terbentang, semua energi kita undang, semua potensi kita dulang, semua kekuatan kita galang, seluruh strategi kita rancang, semua halang rintang kita terjang dan akhirnya kita menang.”
3.  Kalimat yang menggugah bisa menginspirasi orang mencetak sejarah. “Ada masalah? Alhamdulillah. Jangan pernah lelah untuk melangkah penuh gairah dalam mencetak sejarah.”
4.    Kalimat yang mendidik membuat hati terbetik untuk beramal detik demi detik. “Kalau kita tidak aktif menyibukkan diri dalam kebaikan niscaya kita akan disibukkan dalam keburukan.”
5.   Kalimat simpatik membuat pribadi tampil lebih percaya diri dan menarik. “Jadikanlah motivasi diri sebagai bahan bakar. Jadikanlah percaya diri sebagai gas. Jadikan tahu diri sebagai rem. Gerakkan diri, potensi to prestasi.”
6.   Kalimat yang lugas menjadikan pribadi yang tegas berintegritas. “Kalau kau meyakini sesuatu, pertahankanlah itu. Jangan goyah. Hormatilah komitmenmu. Kalau kau berutang pada orang lain, bayarlah. Jika tidak punya cukup uang untuk membayar mereka sekarang, buatlah jadwal untuk membayarnya nanti.”
7   Kata yang menyentuh menggelorakan jiwa yang penuh gemuruh. “Tidak ada pilihan ketiga. Pilihlah: petunjuk Allah atau tipu daya syetan.” (Sayyid Quthub)
8.  Kalimat yang manis membuat jiwa-jiwa melangkah dengan optimis. “Perubahan tanpa visi melahirkan kekacauan. Perubahan tanpa skill melahirkan kecemasan. Perubahan tanpa insentif melahirkan penolakan. Perubahan tanpa resource melahirkan frustasi. Perubahan tanpa action plan melahirkan kegagalan.” (Rhenald Kasali)
9.  Kalimat nan rancak membuat jiwa rajin bergerak. “Menunda-nunda pekerjaan akan menumpuk-numpuk kesulitan.”
10. Kata nan santun membuat jiwa merasa tenang tertuntun. “Lapangkanlah dada kami dengan karunia iman dan indahnya tawakal pada-Mu. Hidupkan hati kami dengan ma’rifat-Mu. Matikanlah kami dalam syahid di jalan-Mu.”
11. Kalimat yang ikhlas menenteramkan jiwa, bebas lepas tanpa tekanan. “Kita tidak mesti mendapatkan apa-apa yang kita cintai, namun kita bisa mencintai apa yang kita dapatkan.”
12. Kalimat yang bijak menembus hati menjadi lunak. “Bila hati itu bersih maka ia akan mudah menerima kebenaran dan merasa ringan untuk melakukan kebaikan.”
Kata-kata sebagai “kunci surga” telah mengubah Imam Bukhari. Terinspirasi oleh kata-kata gurunya, ia menyerap energi dan kata kunci sebagai pemantik, pemicu dan pemacu. Seperti guru Imam Nawawi, ia jatuh hati pada keteguhan hati Nawawi kecil yang bersikeras membaca al-Qur`an meski teman-temannya memaksanya bermain-main. Sang guru mengapresiasi, “Anak ini  ingin menjadi anak yang paling pandai di zamannya, paling zuhud dan  paling bermanfaat.”
 

No comments: