Wednesday, November 19, 2014

Hati Hati Sifat Munafik

 
 
Mungkin kita sering mendengar kata munafik di dalam kehidupan sehari-hari kita. Kata munafik atau muna mungkin kita anggap tidak begitu kasar di telinga kita. Namun sebenarnya munafik adalah suatu sifat seseorang yang sangat buruk yang bisa menyebabkan orang itu tidak disukai dalam interaksi sosial seperti lingkungan pergaulan, rekan kerja atau bahkan persaudaraan.
“Tanda orang-orang munafik itu ada tiga keadaan. Pertama, apabila berkata-kata ia berdusta. Kedua, apabila berjanji ia mengingkari. Ketiga, apabila diberikan amanah (kepercayaan) ia mengkhianatinya”.(Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim).


Ciri-Ciri / Sifat-Sifat Munafik Manusia :
  1.  Apabila berkata maka dia akan berkata bohong / dusta. Seolah baik di depan kita, menjadi teman tapi dibelakang kita dia bersikap kebalikannya. Apa yang terlhat itu Bohong! Palsu! 
  2. Jika membuat suatu janji atau kesepakatan dia akan mengingkari  janjinya. Orang yang dengan mudah bilang IYA tapi lain hari sudah ingkar..menjadi TIDAK. ini jelas jelas ga punya prinsip, plin plan..orang seperti ini tak akan pernah dapat dipercaya. Menyedihkan sekali menjadi manusia yg tak punya prinsip.
  3. Bila diberi kepercayaan / amanat maka dia akan mengkhianatinya. Pengkhianat ini selalu melakukan sesuatu yang menguntungkan dirinya sendiri tanpa merasa bersalah kalau tingkahnya itu melukai menyakiti orang lain.
Sifat munafik ini sangat berbahaya, maka dari itu kita harus sangat berhati hati dalam berkata maupun bersikap. Sesungguhnya orang-orang munafik adalah salah satu penghuni neraka yang kekal di dalamnya.
Saudaraku yang dirahmati Allah, kita telah mengetahui bahaya sifat munafiq dan berbagai macam amalan orang munafiq. Maka hendaknya kita senantiasa memeriksa diri kita, sudah sejauh mana kita menghindari perbuatan tersebut.  Dan kita tidak boleh merasa aman dari sifat kemunafikan sebagaimana para Shahabat rodhiyallahu ‘anhu tidak merasa aman darinya. Padahal mereka jauh lebih tinggi kualitas imannya dan amalnya dibandingkan dengan kita. 
Ibnu Abi Mulaikah rahimahullah berkata, “Aku telah bertemu dengan tiga puluh shahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, sedangkan mereka semua merasa khawatir kalau dirinya tertimpa kemunafikan.”
Dan hendaknya kita malu kepada Allah ta’ala yang mengawasi seluruh perbuatan kita. Jangan sampai kita menunjukkan keshalihan kita didepan manusia, sementara disaat sendiri, begitu mudah menerjang larangan-larangan Allah ta’ala.

Demikianlah nasihat ini ditujukan untuk diri penulis sendiri dan untuk kaum muslimin semuanya. Marilah kita berusaha mengikhlaskan semua ibadah kita kepada Allah dan berusaha mengikuti petunjuk Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam dalam semua sisi kehidupan kita. Marilah kita membersihkan dan memperbaiki keadaan hati kita dan amalan dhohir kita. Semoga kita diberikan tambahan keimanan dan ilmu yang bermanfaat. Dan semoga kita senantiasa dimuliakan oleh Allah di dunia dan diakhirat. Washolallahu ‘ala Muhammad, wa ‘ala alihi wa ashaabihi wasallam.

No comments: