Monday, July 30, 2018

Guru Bijak dan Dua Muridnya

Guru Bijak dan Dua Muridnya
Alkisah, hidup seorang guru yang sangat dihormati karena tegas & jujur.
Suatu hari, 2 muridnya menghadap guru. Mereka bertengkar hebat & nyaris beradu fisik. Keduanya berdebat tentang hasil hitungan 3 x 7.


Murid pandai mengatakan hasilnya 21.
Murid bodoh bersikukuh hasilnya 27.
Murid bodoh menantang murid pandai supaya gurunya menilai siapa yang benar diantara mereka.
Murid bodoh mengatakan, “jika saya yang benar 3 x 7= 27, maka kamu harus mau dicambuk 10 kali oleh Guru. Tetapi kalau kamu yang benar (3 x 7 = 21), maka saya bersedia untuk memenggal kepala saya sendiri. Haaaaaahhaa..” Demikian si bodoh menantang dengan sangat yakin akan pendapatnya.
“Katakan guru, mana yang benar?” Tanya murid bodoh.
Ternyata guru memvonis cambuk 10x bagi murid yang pandai (yang menjawab 21).
Murid pandai protes… tapi gurunya menjawab: “Hukuman ini bukan untuk hasil hitunganmu, tapi untuk ketidak-arifanmu karena berdebat dengan orang bodoh yang tidak tahu kalo 3×7 adalah 21.”
Guru melanjutkan,“lebih baik melihatmu dicambuk dan menjadi arif dari pada guru harus melihat 1 nyawa terbuang sia-sia”.
Pesan Moral :
Hindari berdebat dengan orang yang tidak menguasai permasalahan, dan ilmu, sebab bila mental kita masih lemah maka hanya emosi dan permusuhan yang didapat.
Berdebat/bertengkar untuk sesuatu yang tidak perlu diperebutkan kebenarannya hanya akan menguras energi percuma.
Ada saatnya kita diam untuk menghindari/mengakhiri perdebatan yang tidak perlu.
Diam bukan berarti kalah,
Menang juga bukan hal yang luar biasa.
Pemenang sejati adalah orang yang mampu menaklukkan egonya sendiri.
Damai itu indah. Setiap orang mendambakan kedamaian hidup.
Sebelum berdamai dengan orang lain,
Sebaiknya berdamailah dulu dengan diri sendiri. (***)

No comments: