Thursday, November 26, 2009

Arti Pengorbanan



Setiap insan mempunyai karakter dan watak yang berbeda, namun ia harus mempunyai tujuan hidup yang berarti untuk menempuh kehidupannya yang hakiki. Kehidupan tidak selalu indah apa yang ia bayangkan sebelum akan memasuki pernikahan, karena harus berpikir juga "apakah sudah siap pengorbanan dirinya dan unyuk kebersamaan dengan orang lain ?". Buah keikhlasan sangat diperlukan sekali sebagai pelindung ujian dan tantangan dalam perjalanan hidup. Tidak ada salahnya ketika ia menatapi visi dan misi kehidupannya maupun menapaki jalan dengan tergopoh-gopoh asalakan ia sanggup dan bisa sampai tujuan akhir yang realistis. Bukan berarti perjalanan hidupnya indah bagaikan dilayani dengan karpet merah kemudian ia berjalan dengan senyuman manis. Akan tetapi ternyata dalam perjalanannya banyak duri dan bahkan lubang-lubang yang rusak menghantui dalam dirinya sehingga kita juga harus berpikir bagaimana perjalanan bisa lancar dan kendaraan/perjalananpun menjadi nyaman .

Kuncinya adalah pengorbanan, karena pengorbanan harus seiring juga dengan kemampuan jiwa maupun kemampuan berpikir kita yang lebih sempurna. Kematangan manusia bukan dilihat karena ia pintar dalam akademik maupun keberhasilan mendapat prestasi materi hidupnya. Akan tetapi kematangan manusia juga harus menjadi utuh dari pemahaman karakter dan kemampuan ilmu pengalaman dari orang lain. Sehingga ia menjadi berhasil karena ia bisa melihat dari pengalaman-pengalaman yang awalnya berguguran namun setelah dicoba dan diperbaikinya justru menjadi bangkit dari keterpurukan hidupnya. Namun sangat disayangkan keberhasilan dalam materi belum tentu ia pun akan bahagia dengan nyaman bahkan berfoya-foya atas yang ia raihnya. Berapa banyak manusia akan kehidupannya yang ia banggakan namun pada akhirnya pemisahan tali hubungan manusia menjadi tujuan akhirnya ? oleh karena itu kebersamaan harus diikat dengan pengorbanan yang kuat sehingga ketika ujian dan tantangan ingin menembus lingkaran  maka ia tetap akan kuat sekalipun badai menerpanya dengan besar.

Keutuhan kebersamaan yang kuat dilandasi juga dengan buah keikhlasan karena ia menjadi pondasi utama yang mendalam untuk memperkuat tali hubungan manusia. Ibarat pohon kelapa yang diterjang sekalipun angin kencang menerpa ia tetap kokoh karena tanaman tersebut mempunyai akar yang sangat kuat menjulang kedalam tanah dengan penyatuan/ikatan sangat permanen. Maka dari itu visi kehidupan benar-benar harus diiringi kebersamaan yang kuat dan pengorbanan yang sangat mendalam, jangan disalahkan jika pengorbanannya hanya biasa-biasa saja tapi akhirnya pemisahan tali hubungan manusia akhirnya tidak terarah bahkan tidak tahu mau kemana arah tujuan akhirnya. Sama halnya orangtua dan anak harus kuat kebersamaannya saling mengaitkan dengan pengorbanan yang utuh sehingga watak kehidupan keluarganya pun menjadi keteladanan yang perlu diancung jempol, mulai dari pengawasan, evaluasi bahkan perencanaan dalam visi hidupan keluarganya. Apakah sudah mempunyai tujuan dan visi keluarga ? kalo belum segeralah untuk merencanakannya dengan kebersamaan yang hakiki agar tujuan hidupnya (surga) akan bertemu bersama-sama diakhirat nanti serta keluarga menjadi panutan yang bersimbolkan keluarga sakinah, mawaddah dan salehah.


Dian Parikesit, S.Pd


No comments: