Tuesday, October 29, 2013

Download BBM for Android untuk Gingerbread

Yup. Kabar gembira untuk pengguna android 2.3 alias Gingerbread. Sekarang pengguna android gingerbread pun dapat mendownload dan menggunakan BBM for Android. Sebagaimana yang kita ketahui bersama, BBM kini telah dapat digunakan untuk android. Sayangnya, BBM for Android hanya dapat berjalan mulus untuk OS Android 4.0 alias Ice Cream Sandwich. Padahal, masih banyak pengguna android yang menggunakan tipe 2.3 alias Gingerbread.
Berterimakasihlah pada Xda developer. Xda developer dikenal sebagai komunitas pengembang aplikasi mobile, mengumumkan kehadiran BBM Android yang telah di-porting pada Android versi 'roti jahe' 2.3.
Tidak ada perbedaan apapun antara BBM versi Gingerbread dengan versi yang resmi diumumkan Blackberry. Namun mengingat rendahnya spesifikasi yang umumnya dimiliki perangkat Android 2.3, mungkin pengguna bakal menemui sedikit lag meski secara keseluruhan tidak begitu mengganggu.
BBM for Android Gingerbread
Adapun pengguna Android Gingerbread 2.3 yang ingin menggunakan BBM dapat men-download aplikasi ini lewat berbagai sumber yang ada di internet. Tapi untuk amannya, pengguna dapat langsung mencarinya dari forum XDA developer.

Di forum itu, tersedia link untuk download BBM for Android Gingerbread. Namun demikian, beberapa review di forum itu mengatakan tetap kesulitan menginstall BBM for Android untuk Gingerbread. Biasanya terjadi force close. Jika anda beruntung, mungkin anda bisa menggunakan BBM for Android di device anda walaupun masih gingerbread
Sebagai informasi, meski tak lagi favorit, berdasarkan data yang dirilis oleh Google awal bulan Oktober ini, Android Gingerbread 2.3 masih mendominasi pasar perangkat Android dengan porsi sebesar 28,5 %. Raihan itu hanya tertinggal satu tingkat di bawah Android Jelly Bean 4.2 dengan porsi tertinggi sebesar 36,5 %. Sementara Android 4.0 ICS masih hanya memiliki porsi 20,6 %.
Download BBM for ANdroid untuk Gingerbread disini
atau link http://forum.xda-developers.com/showthread.php?t=2496483

Saturday, October 12, 2013

Tanggung Jawab Pemimpin


Suatu hari, usai mengurus pemakaman jenazah Sulaiman bin Abdul Malik, sang khalifah Umar bin Abdul  Aziz pulang ke rumah untuk istirahat sejenak. Tiba-tiba Abdul Malik bin Umar, putra sang khalifah, menghampirinya. Ia bertanya, “ Wahai Amirul Mukminin, apakah gerangan yang mendorong Anda membaringkan diri di siang hari seperti ini ?” Umar bin Abdul Aziz tersentak campur kaget tatkala sang putra memanggilnya dengan sebutan Amirul Mukminin, bukan ayah, sebagaimana biasanya. Ini isyarat, putranya tengah meminta pertanggungjawaban ayahnya sebagai pemimpin negara, bukan sebagai kepala keluarga. Umar menjawab pertanyaan putranya, “ Aku letih dan butuh istirahat sejenak. ”

Tuesday, September 24, 2013

Gaya Belajar Anda Visual, Auditori, atau Kinestetik serta Taktil ?


Dalam buku Quantum Learning dipaparkan 3 modalitas belajar seseorang yaitu : “modalitas visual, auditori atau kinestetik serta Taktil (V-A-K-T). Walaupun masing-masing dari kita belajar dengan menggunakan ketiga modlaitas ini pada tahapan tertentu, kebanyakan orang lebih cenderung pada salah satu di antara ketiganya”.

1. Visual (belajar dengan cara melihat)


Lirikan keatas bila berbicara, berbicara dengan cepat. Bagi siswa yang bergaya belajar visual, yang memegang peranan penting adalah mata / penglihatan ( visual ), dalam hal ini metode pengajaran yang digunakan guru sebaiknya lebih banyak / dititikberatkan pada peragaan / media, ajak mereka ke obyek-obyek yang berkaitan dengan pelajaran tersebut, atau dengan cara menunjukkan alat peraganya langsung pada siswa atau menggambarkannya di papan tulis. Anak yang mempunyai gaya belajar visual harus melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka gurunya untuk mengerti materi pelajaran. Mereka cenderung untuk duduk di depan agar dapat melihat dengan jelas. Mereka berpikir menggunakan gambar-gambar di otak mereka dan belajar lebih cepat dengan menggunakan tampilan-tampilan visual, seperti diagram, buku pelajaran bergambar, dan video. Di dalam kelas, anak visual lebih suka mencatat sampai detil-detilnya untuk mendapatkan informasi.


Monday, September 23, 2013

Tips membantu Mengerjakan PR Anak

Kebanyakan orang tua tentu akan mengalami kebingungan ketika hendak membantu anak mengerjakan pekerjaan rumah (PR). Orang tua bingung bukan karena mereka tidak mau membantu, tetapi lebih dikarenakan materi pekerjaan rumah anak berbeda saat zaman orang tua sekolah dulu atau sudah lupa dengan materi-materi pelajaran tersebut. Dulu ketika orang tua sekolah nggak ada pelajaran bahasa Inggris, tetapi sekarang anak SD saja sudah dijejali dengan materi bahasa Inggris. Mungkin begitu sekilas kondisi pendidikan sekarang yang sudah bertolak belakang dengan masa-masa orang tua dulu.
Orang tua pun dituntut untuk tidak terlalu menolong anak saat mengerjakan PR untuk mengembangkan rasa percaya diri, tanggung jawab dan kemandirian pada anak. Posisikan orang tua hanya sebagai pembimbing, pendamping serta pemberitahu apabila anak tidak mengerti soal-soal PR tersebut. Berikut ini ada sejumlah tips dalam membantu anak untuk mengerjakan PR bersama orang tua agar aktivitas mengerjakan PR lebih menyenangkan.

Peran Orang Tua dalam Mengembangkan Minat dan Bakat Anak

Image 
Ayah bunda yang berbahagia, tentu mengenal Hee Ah Lee. Seorang pianis muda asal Korea Selatan yang menjadi perhatian dunia dengan permainan pianonya di tengah keterbatasan fisik yang dia miliki. Hee Ah Lee lahir tahun 1985 dari seorang ibu yang luar biasa bernama Woo Kap Sun. Meski, sejak dalam kandungan, ia mengetahui bahwa anaknya akan lahir dengan kecacatan, namun ia tetap mencintai buah hatinya dengan sepenuh hati. Ternyata benar, saat lahir anaknya menderita down syndrome, dan kedua tangannya hanya memiliki empat jari. Dia juga terlahir dengan kaki hanya sebatas lutut. 

Thursday, September 12, 2013

Marah menurut Islam



Walaupun  marah adalah salah satu fitrah manusiawi pemberian sang Khalik ,  namun Allah SWT dan Rasulullah SAW memerintahkan umat Islam  untuk menahan marah. Bagaimana pandangan Islam terhadap marah ?  Bagaiman solusi dalam Islam agar umatnya mampu menahan amarah bahkan mampu memaafkan ?
Al Jurjani berkata: Marah adalah perubahan yang terjadi saat darah yang ada di dalam hati bergejolak sehingga menimbulkan kepuasan di dalam dada. Marah adalah gejolak yang timbulkan oleh setan. dia mengakibatkan berbagai bencana dan malapetaka yang tak seorangpun mengetahuinya melainkan Allah Subhanhu Wa Ta’ala.
Al Ghozali rahimahullah berkata: Manusia berbeda-beda dalam tingkat gejolak kemarahannya, dan dapat dibagi dalam tiga kategori, yaitu: Kurang marah, marah yang melewati batas, dan marah yang stabil.

Wednesday, August 28, 2013

Menyikapi Anak Kritis

Anak yang banyak bertanya menandakan kritis, cerdas, dan kreatif. Tapi banyak orang yang tak sabar, lalu bagaimanakah dengan Anda?
Hari Rabu pagi saya mengajar IPA di kelas 6 tentang energi. Seperti biasanya, setelah diberi arahan tentang yang akan dipelajari, saya biasa menugaskan siswa untuk membaca terlebih dahulu. Sepuluh menit berlalu, tiba – tiba siswa mulai ada yang bertanya “Pak Guru, listrik terbuat dari apa?”, mendapat pertanyaan demikian tentu saja saya berpikir cukup keras untuk mencari jawaban. Karena tidak mungkin saya jawab dengan teori listrik maka saya arahkan siswa dengan tanya jawab tentang dinamo sepeda. Akhirnya siswa yang bertanya tadi pun diam, seolah seperti sudah terpenuhi jawabannya.
Ternyata perkiraan saya salah, siswa tersebut diam bukan karena sudah puas dengan jawaban yang diperoleh tetapi karena sedang menyiapkan pertanyaan lagi.
“Pak Guru, listrik PLN dari mana?”
Sebelum saya sempat menjawab pertanyaan kedua, pertanyaan berikutnya pun meluncur dari siswa yang lain
“Dinamo PLN besar sekali ya Pak?”
“Nuklir apa bisa jadi listrik?”
“Mengapa jika memakai listrik harus bayar?”

Hati-Hati Sebelum Melakukan Double Job

Pertimbangan Sebelum Melakukan Double Job
Perusahaan memberikan jabatan rangkap kepada satu orang biasanya karena pertimbangan efisiensi dan karena memang dimungkinkan untuk melakukan hal tersebut. Bisa jadi juga karena untuk sementara tidak ada yang dapat mengisi posisi tersebut, sehingga dirangkap kepada seseorang yang telah memegang posisi lain.

Tawaran posisi ganda (apalagi posisi penting) tentu saja membawa daya tarik tawaran penghasilan ganda yang menggiurkan. Beberapa pertimbangan yang harus Anda pikirkan baik-baik sebelum hanya tersilaukan oleh tawaran gaji dan fasilitas tersebut adalah:


Tuesday, July 23, 2013

Kualitas VS Kuantitas Pertemuan dengan Anak

Tidak percaya? Coba, semua orang tua pasti mengaku peduli kepada anaknya. Semua mengatakan sayang dan cinta kepada anak - anaknya. Ingat - ingat saja bagaimana percakapan Anda dan teman - teman sekantor soal mendidik anak. Apakah obrolan Anda itu seperti artikel majalah atau tayangan di televisi tentang selebritas, entah artis, politisi, pejabat atau pengusaha yang tengah membicarakan anak - anaknya? Bukankah mereka selalu mengatakan bahwa "Yang penting adalah kualitas waktu pertemuan dengan anak - anak, bukan kuantitasnya." Nah, Anda juga bisa bilang begitu kan?

"Tetapi, bagaimana mungkin menciptakan kualitas pertemuan jika nyaris tak punya waktu bertemu? Realistiskah, jika Anda orang yang supersibuk - dengan banyak peran dan tanggung jawab yang menyita waktu, pikiran dan perasaan - begitu sampai di rumah, dalam detik - detik atau menit - menit awal langsung bisa menciptakan pertemuan berkualitas dengan anak - anak Anda, sementara Anda hanya punya waktu 'total' sekitar satu jam bersama anak- anak? Tentu bisa, jika Anda jawara dalam 'manajemen stres' dan 'manajemen perasaan'. Apakah Anda termasuk di dalamnya?"

"Ataukah Anda serumpun dengan orang tua di bawah ini? Waktu resmi pulang kantor sama, pukul lima sore. Sebagian menunda waktu pulang - bahkan sampai 1 - 2 jam - karena 'menunggu berkurangnya kemacetan.' Sebagian lagi, memang baru bisa pulang lewat dari pukul tujuh malam karena lembur. Lalu, sebagian 'kecil' lainnya memilih untuk "play hard" dengan sekadar jalan - jalan di mal atau ngopi di cafe sampai menjelang mal tutup, bahkan clubbing sampai  larut malam. Setiba di rumah, tentu saja, bayi atau anak - anak telah tidur. Sebagaian, ditidurkan oleh baby sitter- nya yang oleh sebagian orang tua, menyewa baby sitter dianggap sebagai bukti kasih sayang dan kepeduliannya kepada bayi dan anak - anaknya. Dalam kasus ini, saya cenderung mengatakan terus terang, itu HANYA bukti bahwa mereka tidak menelantarkan anak - anaknya, "tutur Dr. Katerina Timoer MPsi, MPhil, psikolog muda yang tengah menekuni filsafat pendidikan. "Pagi hari, bayi atau balita Anda telah bangun, sementara orangtuanya masih tidur karena kelelahan. Atau sebaliknya, Anda termasuk yang harus bangun subuh karena harus sudah tiba di kantor sebelum pukul delapan atau sembilan karena bisa kena penalti kalau terlambat. Semuanya dilakukan serba tergesa - gesa. Mulai dari mandi hingga sarapan. Termasuk memandikan dan memberi sarapan balita Anda. Apalagi, tak sedikit orangtua yang menyerahkan dua hal ini, apalagi mengganti popok bayinya, kepada baby sitter.

Dokter Katerina kembali bertanya retoris, "Jadi, kapan Anda melakukan kontak fisik dan membangun ikatan emosional dengan balita anda? Sebagian orangtua biasanya menjawab, "Waktu berkualitas saya dengan anak - anak sewaktu mengantar mereka ke sekolah/playgroup. Saya tanyakan bagaimana hari mereka kemarin, saya tanyakan apa yang dipelajarinya di sekolah."

"Apakah itu disebut sebagai waktu berkuallitas? Bukankah Anda bertanya jawab itu sambil menyetir mobil atau sibuk menyiapkan pekerjaan kantor? Kemana arah tatapan anda? Ke anak atau ke jalan? Tentu ke jalan, kalau tidak, bisa kecelakaan. Bisakah disebut berkualitas jika percakapan dilakukan tanpa saling berpandangan? Selain tiu, apakah itu dialog atau interogasi? Bukankah Anda bertanya dan anak menjawab? Kapan Anda mendengarkan cerita - ceritanya, keluh kesahnya? Lebih - lebih lagi, kapan Anda mendengarkannya dengan penuh perhatian alias menyimak dengan fokus seratus persen?"

Cinta butuh waktu! "Ya saya percaya, tidak satu pun orangtua yang tidak mencintai anaknya. Cinta. Tetapi menurut anak - anak, kata CINTA itu bukanlah dieja dengan lima huruf C - I - N - T - A. Bukan! Anak - anak mengeja cinta sebagai W - A - K - T - U!!!" tandas Katerina sambil tersenyum lebar.

"Jadi, jika Anda ingin membuktikan bahwa Anda memang orangtua yang peduli pada masa depan anak  - anak Anda, jika anda memang mengasihi anak - anak Anda, jangan lagi berdalih di balik jargon usang, konsep yang sama sekali keliru: "Bahwa kualitas pertemuan lebih penting daripada kuantitasnya." Siapa bilang bahwa sepuluh menit pertemuan berkualitas lebih berharga dan bermanfaat bagi perkembangan anak - anak dibandingkan setengah jam perjumpaan tidak berkualitas?

Lagipula, Anda punya ukuran atau parameter dari 'kualitas' pertemuan itu? Para psikolog, pedagog dan mereka yang merasa mengerti soal parenting lalu mengagung - agungkan mitos pentingnya kualitas pertemuan, sudahkan mereka mengembangkan parameter kualitas itu yang bisa menjadi pedoman para orangtua? Apakah mereka sudah memberikan contoh - contoh konkrit berupa kejadian - kejadian yang biasa dialami oleh para orangtua sehari - hari yang menunjukan seperti apa kualitas pertemuan itu?" papar Prof. Kunto Wicaksono, MPd, pakar psikologi pendidikan.

Nah, semua ini menegaskan sekali lagi betapa sangat pentingnya menentukan gaya dan metoda parenting sejak dini, bahkan kalau bisa sebelum Anda sengaja hendak punya anak.

Sumber : Mom & Kiddie

Tuesday, June 18, 2013

Bagaimana gambaran pelatihan pendidikan karakter?

Pendidikan karakter = pendidikan hati
Kemajuan sebuah negara amat ditentukan oleh karakter penduduknya

Pendidikan karakter dilaksanakan melalui tiga proses, yaitu proses peneladanan, proses pembiasaan, dan proses pembelajaran. Khusus untuk proses pembelajaran, para guru didorong untuk mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan karakter dalam silabus dan RPP yang disusun.
Tampaknya banyak dinas pendidikan di daerah belum menganggarkan dana untuk pelatihan pendidikan karakter dan Kemdiknas Pusat pun tidak bisa memaksa dinas pendidikan di daerah untuk segera mensosialisasikan program ini.
Sesuai dengan arahan dari Kemdiknas, dalam proses pembelajaran  pendidikan karakter sebaiknya dilakukan dengan pendekatan belajar  aktif karena the method is the message it self. Belajar aktif lebih mampu mendorong tumbuhkembang nilai-nilai karakter, seperti kerja  sama, rasa ingin tahu, gemar membaca, kreativitas, peduli sosial, dan  saling menghargai.

Monday, April 29, 2013

Sebotol racun untuk semangat hidup

Seorang pria mendatangi seorang Sufi yang diseganinya, “Sufi, saya bosan hidup. Rumah tangga berantakan. Usaha kacau. Saya ingin mati saja.”
Sang Sufi tersenyum, “Oh, kamu pasti sedang sakit, dan penyakitmu pasti bisa sembuh.”

“Tidak Sufi, tidak. Saya sudah tidak ingin hidup lagi, saya ingin mengakhiri hidup saya ini saja,” tolak pria itu.

“Baiklah kalau memang itu keinginanmu. Ambil racun ini. Minumlah setengah botol malam ini, sisanya besok sore jam 6. Jam 8 malamnya engkau akan mati dengan tenang.”

Pria itu bingung. Pikirnya setiap Sufi yang ia pernah datangi selalu memberikannya semangat hidup. Tapi yg ini sebaliknya dan justru menawarkan racun.

Sesampainya di rumah, ia minum setengah botol racun yang diberikan Sufi tadi. Ia memutuskan makan malam dengan keluarga di restoran mahal dan memesan makanan favoritnya yang sudah lama tidak pernah ia lakukan. Untuk meninggalkan kenangan manis, ia pun bersenda gurau dengan riang bersama keluarga yang diajaknya. Sebelum tidur pun, ia mencium istrinya dan berbisik, “Sayang, aku mencintaimu.”

Besok paginya dia bangun tidur, membuka jendela kamar dan melihat pemandangan di luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk jalan pagi.

Pulang ke rumah, istrinya masih tidur. Ia pun membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, dan satunya untuk istrinya.

Istrinya yang merasa aneh, kemudian terheran-heran dan bertanya, “Sayang, apa yg terjadi? Selama ini, mungkin aku ada salah ya. Maafkan aku ya sayang?”

Kemudian dirinya mengunjungi ke kantornya, ia menyapa setiap orang. Stafnya pun sampai bingung, “Hari ini, Boss kita kok aneh ya?” Ia menjadi lebih toleran, apresiatif terhadap pendapat yang berbeda. Ia seperti mulai menikmatinya.

Pulang sampai rumah jam 5 sore, ternyata istrinya telah menungguinya. Sang istri menciumnya, “Sayang, sekali lagi mohon maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkanmu.” Demikian halnya dengan anak-anaknya yang berani bermanjaan kembali padanya.

Tiba-tiba, ia merasa hidup begitu indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan racun yang terlanjur sudah ia minum?

Bergegas ia mendatangi sang Sufi, dan bertanya cemas mengenai racun yang telah sebelumnya ia minum kemarin. Sang Sufi dengan enteng mengatakan, “Buang saja botol itu. Isinya hanyalah air biasa kok. Dan saya bersyukur bahwa ternyata kau sudah sembuh.”

“Bila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan ini. Maka leburkan “belenggu egomu”. Satu kata untukmu, “Bersyukurlah”. Karena itulah rahasia kehidupan sesungguhnya. Itulah kunci kebahagiaan, dan jalan menuju ketenangan”.

Sunday, April 7, 2013

Mundur Untuk Meloncat Lebih Tinggi



Suatu hari seorang murid dan guru berjalan menuruni gunung menuju ke kota, di dalam perjalanan mereka bertemu anak sungai yang aliran airnya tidak terlalu deras, saat itu sang guru melangkahi sungai tersebut dengan sangat mudah, walaupun sungai tersebut cukup lebar.

Sang murid yang melihat gurunya dengan sangat kagum, dan sang guru memintanya untuk mengikuti langkahnya. Sang murid merasa ia tidak mampu melangkahi sungai tersebut hanya dengan satu langkah lebar, maka murid tersebut berjalan mundur dua langkah dan berlari kecil melompati sungai tersebut, hap, sungai itu berhasil dilalui.

Semakin jauh perjalanan mereka, rintangan yang dihadapi pun semakin berat, sang murid mengikuti gurunya di belakang dengan sangat hati-hati.

Tibalah mereka di sebuah jurang yang cukup terjal, namun tidak terlalu lebar. Di ujung jurang tersebut sang guru melangahkan kaki dengan yakin dan langkah pasti yang lebar, sang guru berhasil melangkahkan kakinya di sebrang jurang. Sang murid yang melihatnya sangat terkejut, sang guru pun berkata.

“Ayo melangkahlah menuju sisi jurang ini, lebar jurang ini sama seperti sungai yang kita lalui sebelumnya !”

Sang murid, yang melihat gurunya di sebrang jurang menunjukkan sebuah raut keraguan di wajahnya. Dengan seksama ia perhatikan lebar jurang tersebut, kedalamannya dan melihat ke belakang.

Dengan penuh kepastian ia mengambil lima langkah mundur dan bersiap menyebrangi jurang tersebut dengan berlari dan meloncat sepenuh tenaga, dan sekali lagi perhitungannya tepat. Sang murid berhasil menyebrangi jurang tersebut berkat kecerdikannya.

Sesampainya di sebrang jurang sang guru mengelus lembut kepala muridnya sambil berkata

“Wahai muridku, tahukah engaku apa yang membedakan loncatanmu saat di sungai dan di tepi jurang ? Walaupun dengan lebar yang sama, namun kau dapat melihat rintangan yang berbeda dari kedua hal tersebut, karena itu kau mengambil langkah mundur yang lebih banyak saat loncat di tepi jurang untuk memastikan keselamatanmu.

Begitu juga dengan kehidupan, saat tantangan hidup di depanmu lebih besar, kau harus melangkah mundur sedikit lebih banyak agar kita mampu mengatasi segala kemungkinan yang ada dan meloncat lebih tinggi.

Saat kau mengalami suatu kemunduran dalam hidupmu, entah itu kegagalan, jatuh, dikhianati, mungkin itulah langkah mundurmu agar dapat melompat lebih tinggi dan meraih setiap kesuksesanmu




Wednesday, March 13, 2013

Kata - Kalimat positif




 


Kekuatan kata akan mampu menggerakkan untuk selalu memilih kata-kata terbaik, tepat, akurat, memikat, dan dahsyat full manfaat. Kita bisa menulis apa saja, mengatakan apa pun, dengan  niat untuk “memilih” yang terbaik dan tidak melanggar syariat.

The amazing words change the world… kata-kata ajaib bisa untuk mengubah dunia. Sapaan Nabi pada Zaid bin Tsabit memotivasinya jadi ahli bahasa, Persia dan Ibrani. Nasihat guru Imam Bukhari menginspirasi lahirnya Shahih al-Bukhari. Apresiasi guru “si buta” Stevie Wonder mengantarkannya jadi penyanyi tenar.  Temukan inspirasi tentukan amal unggulanmu.
The amazing words change the world. Kata-kata adalah “makhluk hidup” ketika digali dari ketulusan hati, kedalaman jiwa, kepekaan rasa, dan kekayaan makna. Kata-kata inspiratif adalah jalan dahsyat untuk mengungkapkan isi hati dengan teliti, hati-hati, tidak menyakiti. Menggugah kesadaran membangun keunggulan.
Betapa banyak orang yang masuk surga gara-gara kata-katanya, begitu pula sebaliknya. Banyak pula yang terseret di pintu neraka, tersungkur ke dinding-dindingnya, lalu terjungkal ke jurangnya gara-gara lisan, lidah, mulut dan ucapannya. Di dunia saja kita telah melihat banyak buktinya. Banyak orang terpenjara gara-gara kata-katanya. Nah, kini saatnya kita jadikan kata-kata kunci surga dengan:
1.  Kalimat yang dahsyat bisa mengubah pribadi biasa menjadi dahsyat luar biasa. “Berprestasi di tengah keterbatasan adalah sebuah kepahlawanan dalam bentuk yang lain.”
2.    Kata-kata yang positif bisa melahirkan pribadi kreatif. “Kalau kita berpikir menang maka semua jalan ‘kan terbentang, semua energi kita undang, semua potensi kita dulang, semua kekuatan kita galang, seluruh strategi kita rancang, semua halang rintang kita terjang dan akhirnya kita menang.”
3.  Kalimat yang menggugah bisa menginspirasi orang mencetak sejarah. “Ada masalah? Alhamdulillah. Jangan pernah lelah untuk melangkah penuh gairah dalam mencetak sejarah.”
4.    Kalimat yang mendidik membuat hati terbetik untuk beramal detik demi detik. “Kalau kita tidak aktif menyibukkan diri dalam kebaikan niscaya kita akan disibukkan dalam keburukan.”
5.   Kalimat simpatik membuat pribadi tampil lebih percaya diri dan menarik. “Jadikanlah motivasi diri sebagai bahan bakar. Jadikanlah percaya diri sebagai gas. Jadikan tahu diri sebagai rem. Gerakkan diri, potensi to prestasi.”
6.   Kalimat yang lugas menjadikan pribadi yang tegas berintegritas. “Kalau kau meyakini sesuatu, pertahankanlah itu. Jangan goyah. Hormatilah komitmenmu. Kalau kau berutang pada orang lain, bayarlah. Jika tidak punya cukup uang untuk membayar mereka sekarang, buatlah jadwal untuk membayarnya nanti.”
7   Kata yang menyentuh menggelorakan jiwa yang penuh gemuruh. “Tidak ada pilihan ketiga. Pilihlah: petunjuk Allah atau tipu daya syetan.” (Sayyid Quthub)
8.  Kalimat yang manis membuat jiwa-jiwa melangkah dengan optimis. “Perubahan tanpa visi melahirkan kekacauan. Perubahan tanpa skill melahirkan kecemasan. Perubahan tanpa insentif melahirkan penolakan. Perubahan tanpa resource melahirkan frustasi. Perubahan tanpa action plan melahirkan kegagalan.” (Rhenald Kasali)
9.  Kalimat nan rancak membuat jiwa rajin bergerak. “Menunda-nunda pekerjaan akan menumpuk-numpuk kesulitan.”
10. Kata nan santun membuat jiwa merasa tenang tertuntun. “Lapangkanlah dada kami dengan karunia iman dan indahnya tawakal pada-Mu. Hidupkan hati kami dengan ma’rifat-Mu. Matikanlah kami dalam syahid di jalan-Mu.”
11. Kalimat yang ikhlas menenteramkan jiwa, bebas lepas tanpa tekanan. “Kita tidak mesti mendapatkan apa-apa yang kita cintai, namun kita bisa mencintai apa yang kita dapatkan.”
12. Kalimat yang bijak menembus hati menjadi lunak. “Bila hati itu bersih maka ia akan mudah menerima kebenaran dan merasa ringan untuk melakukan kebaikan.”
Kata-kata sebagai “kunci surga” telah mengubah Imam Bukhari. Terinspirasi oleh kata-kata gurunya, ia menyerap energi dan kata kunci sebagai pemantik, pemicu dan pemacu. Seperti guru Imam Nawawi, ia jatuh hati pada keteguhan hati Nawawi kecil yang bersikeras membaca al-Qur`an meski teman-temannya memaksanya bermain-main. Sang guru mengapresiasi, “Anak ini  ingin menjadi anak yang paling pandai di zamannya, paling zuhud dan  paling bermanfaat.”